Internasional
Warga Afghanistan Marah dan Sakit Hati Mendengar Pengakuan Pangeran Harry Bantai Pejuang Taliban
Warga Afghanistan meluapkan kemarahan, sakit hati dan kebingungan saat mendengar pengakuan Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris.
“Kami dapat mengatakan ratusan insiden serupa lainnya dilakukan oleh mereka di seluruh Afghanistan dalam dua dekade terakhir,” katanya kepada Arab News, Sabtu (07/01/2023).
Khan menambahkan pernyataan dalam memoar kerajaan sebagai penghinaan besar bagi seluruh bangsa Afghanistan."
Noor Mohammad, seorang pedagang kaki lima di kota Kabul, berkata:
“Dia sendiri, Pangeran Harry mengklaim membunuh rekan senegara kita sebagai bidak catur."
"Sangat menyakitkan bagi kami untuk mendengar berita seperti itu."
Baca juga: Penyair Aljazair Bantah Mencalonkan Diri Pada Pemilihan Presiden 2024, Namanya Dicatut
Bagi Wahidullah, seorang pemilik toko di ibu kota Afghanistan, Pangeran Harry telah menghina semua manusia dan bangsa Afghanistan.
Wahidullah, bersama dengan Khan dan Mohammad, mengatakan sang pangeran harus menghadapi tuntutan dari otoritas internasional.
Namun, beberapa percaya, dia mengambil bagian dalam misi militer dan tidak boleh diadili sampai semua keadaan jelas.
“Pernyataan yang diberikan oleh Pangeran Harry Inggris adalah tentang insiden 10 tahun lalu," kata Arzo Joya, yang bekerja untuk LSM sebelum Taliban melarang perempuan bekerja pada Desember 2022.
"Selama periode perang itu kami memiliki ribuan korban di Afghanistan,” katanya.
Namun, dia terkejut karena Pangeran Harry mengingat jumlah orang yang telah dia bunuh.
"Kita harus meninggalkan masalah ini untuk masa depan, sampai kita mengetahui bagaimana dia melakukan ini," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pangeran-Harry-Kerajaan-Inggris-di-Afghanistan.jpg)