Rabu, 15 April 2026

Internasional

Warga Afghanistan Marah dan Sakit Hati Mendengar Pengakuan Pangeran Harry Bantai Pejuang Taliban

Warga Afghanistan meluapkan kemarahan, sakit hati dan kebingungan saat mendengar pengakuan Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris saat bertugas di Afghanistan. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Warga Afghanistan meluapkan kemarahan, sakit hati dan kebingungan saat mendengar pengakuan Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris.

Pangeran Harry mengaku telah membunuh lebih dari dua lusin orang saat menjalankan tugas militer di Afghanistan.

Kerajaan Inggris bertugas di Afghanistan, pertama sebagai pengontrol udara depan pada 2007-08.

Pada 2012-13, Harry menjadi co-pilot helikopter serang Apache dalam kampanye NATO pimpinan AS melawan Taliban.

Dalam memoarnya “Spare,” yang dikutip media Inggris pada Jumat (06/01/2023) sebelum peluncuran globalnya minggu depan, sang pangeran mengatakan telah membunuh 25 pejuang Taliban.

Dia menggambarkan mereka sebagai bidak catur diambil dari papan, orang jahat dihilangkan sebelum mereka membunuh. orang baik.

Komentar tersebut memicu kemarahan dari penguasa Afghanistan saat ini, Taliban, yang merebut kekuasaan ketika pasukan asing mundur pada Agustus 2021.

Baca juga: Ledakan Hancurkan Gerbang Lapangan Udara Afghanistan, Sejumlah Orang Tewas

“Yang kamu bunuh bukanlah bidak catur, mereka adalah manusia," kata anggota terkemuka Taliban Anas Haqqani di Twitter.

"Mereka memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka,” jelasnya.

Suhail Shaheen, juru bicara pemerintah Taliban dan perwakilan tetap yang ditunjuk untuk PBB menuduh Pangeran Harry berada di pihak penjajah dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kata-kata Pangeran Harry juga membuka kembali luka mereka yang kehilangan anggota keluarga selama 20 tahun perang yang menewaskan lebih dari 176.000 warga Afghanistan.

“Mendengar berita seperti itu seperti memberi garam pada luka kita," kata Shaheen Fidaee, seorang penduduk provinsi Kabul, yang nenek dan pamannya tewas dalam penggerebekan oleh pasukan asing.

"Itu tidak baik, tidak ada manfaatnya melakukan itu,” tambahnya.

Baca juga: Para Ibu Afghanistan Berang, Akan Jadi Apa Putrinya Nantinya, Taliban Larang Sekolah dan Kuliah

“Kami menderita banyak korban dan kesulitan dalam dua dekade terakhir," ujarnya.

Akmal Khan, seorang aktivis sosial, melihat pengakuan pembunuhan Pangeran Harry hanya contoh kecil dari kejahatan pasukan asing di Afghanistan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved