Breaking News:

Mihrab

Jangan Salah Melihat Peradaban Islam

Anggapan tentang Islam tidak bisa menciptakan kestabilan dan kemaslahatan dalam kehidupan ini amat sangat berbahaya

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, Fakhrurrazi SpdI 

DOSEN Universitas Bina Bangsa Getsempena ( UBBG) Banda Aceh, Fakhrurrazi SpdI, mengungkapkan, banyak orang mempertanyakan tentang peradaban Islam yang dianggap Islam tidak mengenal peradaban modern, layaknya bangsa Eropa.

Anggapan ini lahir dari kalangan umat Islam itu sendiri dengan berbagai latar belakang yang ada.

Stigma negatif ini muncul karena kelemahan mereka dalam mengartikulasikan Islam secara Syumul atau kompleks.

“Fenomena ini bisa diibaratkan seperti sumur yang sedang kehilangan sumber mata air.

Artinya wacana apapun yang diimpikan umat Islam tidak akan tercapai, jika meninggalkan ketauhidannya (Islam) dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dikatakan Fakhrurrazi, anggapan tentang Islam tidak bisa menciptakan kestabilan dan kemaslahatan dalam kehidupan ini amat sangat berbahaya.

Hal ini akan menjadi dilematis bagi umat Islam sendiri.

Apalagi di era disrupsi ini banyak ideologi yang masuk mempengaruhi dan berusaha menghantam Islam sampai ke akarnya.

“Jika anggapan salah ini dibiarkan dan tidak ada upaya untuk menginternalisasi ideologi Islam secara benar ke dalam tubuh umat Islam, maka Islam di Nusantara akan pudar, hancur dan bisa jadi Islam akan berpindah tempat ke negara-negara lainnya,” ujarnya.

Hal ini telah digambarkan Allah dalam Qur’an Surah Ibrahim ayat 26, “Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

Islam sebagai Ad-diin

Islam yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW sebagai ‘Ad-diin’ memiliki kompleksitas dan tatanan sistem kehidupan yang sempurna (tata sistem, tata nilai, undang-undang, dan aturan).

Baca juga: Iqra: Risalah Revolusi Peradaban Islam

Baca juga: Madinah Gelar Pameran Internasional Museum Biografi Nabi Muhammad dan Peradaban Islam

Namun sayang, Ad-diin tersebut tidak diimplementasikan dalam keseharian, sebagaimana yang dimaksudkan Islam.

“Ironisnya, kehidupan umat manusia pada abad ini terlalu mendewakan pemahaman (ideologi) yang tak bertuhan berasal dari luar (westernis).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved