Berita Aceh Utara
Padi Kekeringan dan Terancam Puso, Puluhan Petani di Aceh Utara Shalat Minta Turun Hujan
Karena ratusan hektare areal sawah yang sudah ditanami di Aceh Utara, termasuk di desa tersebut, sudah kering kerontang.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Puluhan petani di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara pada Jumat (13/1/2023) sore, melaksanakan Shalat Istisqa (meminta diturunkannya hujan) di Desa Ampeh, Kecamatan Tanah Luas.
Karena ratusan hektare areal sawah yang sudah ditanami di Aceh Utara, termasuk di desa tersebut, sudah kering kerontang.
Sehingga dampak dari keadaan tersebut membuat padi terancam puso.
Padahal warga di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara dan satu kecamatan di Lhokseumawe, yaitu Blang Mangat, sudah sekitar tiga tahun tidak menggarap sawahnya.
Hal ini merupakan efek dari jebolnya Irigasi Krueng Pase yang merupakan bendungan peninggalan Belanda.
Untuk diketahui, Proyek Bendungan Krueng Pase yang berada di perbatasan Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia dengan Desa Maddi, Kecamatan Nibong, Aceh Utara mulai dibangun pada Oktober 2021.
Baca juga: 1.000 Hektare Lahan Pertanian di Aceh Besar Dilanda Kekeringan, Kadistan Ajak Petani Shalat Istisqa
Proyek multiyears (tahun jamak) tersebut ditender Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh.
Proyek itu dimenangkan PT Rudi Jaya asal Sidoarjo, Jawa Timur dengan nilai kontrak Rp 44,8 miliar, bersumber dana dari APBN.
Namun, sampai sekarang saluran yang dijanjikan belum rampung dikerjakan.
“Masyarakat kami berani turun ke sawah karena PT Rudi Jaya berjanji akan membangun saluran darurat untuk irigasi kepada warga,” kata Keuchik Ampeh, Murhadi kepada Serambinews.com, Sabtu (14/1/2023).
Disebutkan Murhadi, janji tersebut disampaikan di depan mukim, keuchik, dan juga masyarakat, serta Pejabat Pemkab Aceh Utara berulangkali dalam pertemuan di bulan September 2022.
“Mereka berjanji akan membantu mengalirkan air ke sawah warga. Kemudian saya menyampaikan informasi itu kepada warga,” ujar Murhadi.
Baca juga: Setelah Ratusan Warga Shalat Istisqa, Alhamdulillah Hujan Turun di Aceh Besar
Tapi ternyata sampai sekarang, saluran darurat tersebut belum dibangun. Sementara areal sawah warga sudah kering kerontang.
“Masyarakat sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk turun ke sawah, selain bibit. Karena bibit padi sebagian berasal dari bantuan PGE dan sebagian lagi disubsidi dari desa,” kata Murhadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-Tanah-Luas-Shalat-Istisqa.jpg)