Rabu, 29 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Banjir di Aceh Tamiang Meluas, Ratusan Keluarga Sudah Mengungsi

Banjir di Aceh Tamiang sudah memasuki hari kedua dan sebaran luapan air sungai semakin meluas, Minggu (22/1/2023)

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Seorang warga mengayuh perahu di depan Kampus STAI Aceh Tamiang, Minggu (22/1/2023). Banjir di daerah ini sudah memasuki hari kedua dan sebaran air semakin meluas. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Banjir di Aceh Tamiang sudah memasuki hari kedua dan sebaran luapan air sungai semakin meluas, Minggu (22/1/2023).

Ratusan keluarga saat ini sudah meninggalkan rumah untuk bertahan di pos pengungsian yang disediakan BPBD maupun pemerintah kampung.

Luapan air sungai yang sebelumnya hanya menggenangi permukiman di wilayah hulu seperti Bandarpusaka, kini sudah mulai merendam rumah penduduk di wilayah tengah dan hilir.

Berdasarkan rilis dari Prokopim Setdakab Aceh Tamiang, ketinggian banjir di Kecamatan Bandarpusaka sudah mencapai 1,5 meter.

Baca juga: Waspada! Banjir di Aceh Berpotensi hingga 29 Januari Mendatang, Catat Rekomendasi BMKG

Sebaran luapan air sungai ini merendam lima kampung, yakni Pengidam, Pantaijempa, Babo, Sunting dan Serba.

Sejauh ini sudah 44 keluarga atau 159 jiwa di Bandarpusaka yang mengungsi.

Sementara di Kecamatan Sekerak ada dua kampung yang terdampak parah banjir.

Namun dampak di Sekerak lebih parah karena saat ini sudah 68 keluarga atau 251 jiwa yang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery mengungkapkan saat ini pihaknya sudah mendirikan tiga pos, masing-masing di Kotalintang, Sukajadi dan Bukitrata.

Ketiga daerah ini memang kawasan yang kerap dilanda banjir, baik akibat intensitas hujan ataupun banjir kiriman dari wilayah hulu.

Baca juga: Profil Abdullah Syafii, Mengenang Wafatnya Panglima GAM Teungku Lah 21 Tahun Silam

Datok Penghulu Kampung Sukajadi, Zainal ketika dikonfirmasi mengatakan seluruh warganya yang berjumlah 235 keluarga terkena banjir.

Saat ini seluruh warga masih bertahan di rumah yang rata-rata berbentuk panggung.

“Masih bertahan karena informasi air di Simpang Jernih (Aceh Timur) sudah turun (surut),” kata Zainal.

Baca juga: Warga Aceh Tamiang Hilang, Diduga Terseret Banjir Saat Nyeberang Sungai Awasi Pekerja Panen Sawit

Zainal mengungkapkan banjir kali ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tapi juga bangunan Masji Al Hikmah.

Masjid ini sebelumnya sudah nyaris ambruk ke sungai karena abrasi banjir akhir tahun lalu.

“Masjid sudah terendam, belum lihat lagi karena jalan ke sana sudah tidak bisa,” kata Zainal. (mad)

Baca juga: Drainase Buruk, Ratusan Rumah di Pidie Terkurung Banjir 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved