Selasa, 5 Mei 2026

Luar Negeri

Perang Rusia-Ukraina Belum Berakhir, Jerman Tak Halangi Tank Leopard Polandia Dikirim ke Ukraina

Tank tersebut berjenis Leopard, yang merupakan buatan Jerman untuk dikirim ke Ukraina membantu melawan invasi Rusia.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
PATRIK STOLLARZ / AFP
Foto file yang diambil pada 20 Mei 2019 ini menunjukkan tank tempur utama Leopard 2 A7 milik angkatan bersenjata Jerman 

Perang Rusia-Ukraina Belum Berakhir, Jerman Tak Halangi Tank Leopard Polandia Dikirim ke Ukraina

SERAMBINEWS.COM – Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina di sejumlah wilayah di Ukraina, tampaknya belum ada tanda-tanda berakhir.

Hal ini ditandai dengan tidak ada larangan dari Jerman untuk memblokir pengiriman Tank Leopard buatan Jerman yang dimiliki Polandia ke Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock pada Minggu (22/1/2023).

Tank tersebut berjenis Leopard, yang merupakan buatan Jerman untuk dikirim ke Ukraina membantu melawan invasi Rusia.

"Jika kami ditanya pertanyaan itu, maka kami tidak akan menghalangi," kata Baerbock, dikutip dari Al Jazeera.

“Kami tahu betapa pentingnya tank-tank ini dan inilah mengapa kami mendiskusikannya sekarang dengan mitra kami,”

“Kami perlu memastikan nyawa orang terselamatkan dan wilayah Ukraina dibebaskan,” jelas dia.

Baca juga: Jika Rusia Kalah Perang di Ukraina, Mantan Presiden Rusia Ancam Perang Nuklir

Pernyataan tersebut tampaknya jelas menandakan bahwa Jerman siap memberi wewenang kepada negara-negara Eropa untuk mengirimkan tank buatan Jerman ke Ukraina.

Di bawah perjanjian lisensi Jerman, negara tidak dapat mengirim tank tanpa persetujuan Berlin.

Sejauh ini, tidak ada tank tempur utama rancangan Barat yang dikirim ke Ukraina untuk pertempuran defensif melawan pasukan Rusia yang menyerang.

Ukraina telah berulang kali mendesak sekutu Baratnya untuk mengirimkan lebih banyak, dan lebih cepat, bantuan militer ke negara yang dilanda perang itu. 

“Setiap hari penundaan adalah kematian orang Ukraina. Berpikir lebih cepat,” kata penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak pada Sabtu (21/1/2023).

Baca juga: Drone Kamikaze Iran Jadi Malapetaka Bagi Ukraina, Penghancur Gedung dan Fasilitas Umum Tanpa Ampun

Pernyataan tersebut dilontarkan setelah 50 negara bertemu di Pangkalan Udara Ramstein AS di Jerman dan setuju untuk memasok Kyiv dengan perangkat keras militer senilai miliaran dolar, termasuk kendaraan lapis baja dan amunisi.

Tetapi keputusan Jerman atas pengiriman tank tempur Leopard 2 yang banyak diminta, gagal terwujud.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved