Breaking News:

Berita Aceh Barat

Terdakwa Wanita Pelaku Jarimah Zina Roboh dan Pingsan di Cambukan Ke-100, Teman Prianya Meringis

Erniati (37), yang roboh di akhir hujaman cambuk rotan dari tangan algojo langsung diamankan oleh petugas medis ke ambulans yang sudah disiagakan.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Terdakwa roboh dan pingsan usai menerima hukuman cambuk dalam kasus jarimah zina, Selasa (24/1/2023), yang berlangsung di halaman Lapas Kelas IIB Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Salah seorang wanita terdakwa jarimah zina yang dieksekusi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Selasa (24/1/2023), roboh dan pingsan di cambukan terakhir atau cambuk ke-100 kali di bagian punggungnya.

Erniati (37), yang roboh di akhir hujaman cambuk rotan dari tangan algojo langsung diamankan oleh petugas medis ke ambulans yang sudah disiagakan di lokasi eksekusi cambuk dalam Lapas Meulaboh.

Pasangan pelaku jarimah zina yang dieksekusi tersebut masing-masing Musliadi (40), dan Erniati (37), yang melaksanakan eksekusi setelah adanya putusan dari Mahkamah Syariah (MS) Meulaboh pada Desember 2022 lalu.

Sebelumnya, mereka telah menjalani masa tahanan, sekitar 2 bulan penjara, di Lapas Kelas IIB Meulaboh.

Keduanya merupakan warga beralamat di satu kampung di kawasan Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Sedangkan Musliadi saat menerima hujaman cambuk terlihat hanya sesekali menahan rasa sakit ketika cambuk rotan mendarat ke punggungnya.

Baca juga: Tegakkan Syariat, Kejari Sabang Bersama Forkopimda Lakukan Uqbat Cambuk Terhadap Pelanggar Qanun

Erniati akhirnya sadar setelah beberapa menit dilakukan penangan oleh pihak medis di lokasi.

Kasi Pidum dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Darma Mustika kepada wartawan, Selasa (24/1/2023), mengatakan, kedua terdakwa menjalani hukuman cambuk masing-masing sebanyak 100 kali cambuk.

Sementara menyangkut dengan salah satu terdakwa yang pingsan usai menerima hukuman cambuk akan dilakukan penanganan medis sesuai dengan ketentuan.

“Jika dalam pemeriksaan medis, harus dirawat tentu akan diobati dan jika yang bersangkutan bisa pulang maka akan dikembalikan kepada pihak keluarganya,” kata Darma Mustika.

Terkait hal tersebut pihaknya berkomitmen tetap melaksanakan cambuk bagi para terdakwa yang dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan Mahkamah Syariah.

Menyangkut dengan hal tersebut pihaknya meminta Pemerintah Aceh Barat untuk mendukung penuh pelaksanaan cambuk terhadap para pelanggar syariat Islam sebagai penegakan syariat Islam di daerah tersebut.

Baca juga: Sebelas Terpidana Dieksekusi Cambuk di Aceh Singkil, Terbukti Melanggar Qanun Syariat Islam

Sementara itu, Asisten II Setdakab Aceh Barat, Mirsal yang mewakili Bupati mengatakan, bahwa hukuman cambuk yang dilaksanakan itu hendaknya menjadi pembelajaran sekaligus sebagai upaya bersama dalam penegakan syariat Islam di Aceh saat ini, khususnya di Aceh Barat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved