Internasional
Pemimpin Kurdi Dikerangkeng, Sempat-Sempatnya Serukan Persatuan Melawan Presiden Erdogan
Pemimpin Kurdi yang dikerangkeng dalam penjara menyerukan pendukungnya untuk bersatu melawan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan.
SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Pemimpin Kurdi yang dikerangkeng dalam penjara menyerukan pendukungnya untuk bersatu melawan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan.
“Saya mendukung kandidat bersama,” kata Selahattin Demirtas, yang mencalonkan diri melawan Erdogan dua kali, kepada AFP melalui seorang pengacara dari penjaranya di kota barat Edirne, Jumat (27/01/2023)
Partai Rakyat Demokratik atau HDP, parlemen terbesar ketiga menghadapi ancaman dilarang menjelang pemilihan umum Mei 2023.
Di mana Erdogan akan berusaha memperpanjang kekuasaannya menjadi dekade ketiga.
Erdogan menggambarkan HDP sebagai sayap politik militan Kurdi terlarang yang telah melakukan pemberontakan selama puluhan tahun melawan negara Turkyei.
Partai tersebut mengatakan dipilih karena membela hak-hak Kurdi dan menentang tindakan keras Erdogan terhadap kebebasan sipil.
Baca juga: Turkiye Tegaskan Pembicaraan Dengan Swedia dan Finlandia Masuk NATO Ditunda Tanpa Batas Waktu
Pengadilan tinggi Turkiye diperkirakan akan memutuskan permintaan jaksa untuk menutupnya dalam beberapa bulan mendatang.
Masalah hukum partai menambah lapisan ketidakpastian baru pada pemilihan parlemen dan pemilihan presiden, secara luas dipandang sebagai yang terpenting di Turkiye dalam beberapa generasi.
HDP telah dikeluarkan dari aliansi oposisi enam partai yang sekarang mencoba menyetujui satu kandidat untuk mencalonkan diri melawan Erdogan.
Tetapi setelah mengamankan 12 persen suara pada pemilu 2018, masa depan HDP dapat terbukti menentukan dalam pertarungan yang ketat.
Tantangan kepresidenan kedua Demirtas datang dari balik jeruji besi, di mana dia mendekam sejak 2016 atas berbagai tuduhan, beberapa di antaranya terkait teror.
Pria berusia 49 tahun itu menyangkal semuanya dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa setuju, berulang kali menyerukan pembebasannya.
Baca juga: Amerika Serikat dan Rusia Minta Turki Hentikan Serangan Udara ke Kurdi Suriah dan Irak
Demirtas telah dihukum dalam beberapa hal sejak pemilihan terakhir, membuatnya tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri lagi.
Namun wakil ketua partai, Pervin Buldan, menyarankan bulan ini bahwa partai harus tetap mengajukan kandidatnya sendiri, meski tanpa bintang paling cemerlang.
Demirtas mengakui bahwa Buldan pada akhirnya mungkin akan mendapatkan apa yang diinginkannya.
“Pada tahap ini, sepertinya HDP akan mencalonkan kandidatnya sendiri,” ujarnya.
Tapi kompromi dengan HDP melalui negosiasi masih bisa menghasilkan kandidat bersama yang mewakili seluruh oposisi Turkiye termasuk Kurdi, katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemimpin-Kurdi-Selahattin-Demirtas-Dipenjara.jpg)