Geng Remaja Bersajam

Polisi Gulung Geng Remaja Bercelurit, Pedang dan Pisau di Lhokseumawe Berusia 14-17 Tahun

Hanya butuh dua jam, atau pada pukul 03.30 WIB, polisi berhasil mengamankan 13 remaja yang diduga sebagai pelaku.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/SAIFUL BAHRI
Penampakan senjata tajam berupa celurit, pedang, parang dan pisau. Foto insert: remaja RR (14) asal Banda Sakti, Lhokseumawe mengalami luka robek di kaki terkena sajam saat dikeroyok kelompok remaja di Lhokseumawe, Minggu (29/1/2023) 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Aparat Polres Lhokseumawe berhasil menggulung geng remaja bersenjata tajam setelah mendapat laporan dari keluarga RR (14) asal Banda Sakti yang menjadi korban penyeroyokan kelompok remaja tersebut, Minggu (29/1/2023) dini hari.

Langkah sigap dan cepat aprat polisi di Lhokseumawe ini patut mendapat apresiasi.

Hanya butuh dua jam, atau pada pukul 03.30 WIB, polisi berhasil mengamankan 13 remaja yang diduga sebagai pelaku.

Bersama mereka polisi juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam).

Seorang remaja RR (14) asal Banda Sakti, Lhokseumawe, menderita luka di kaki diduga dikeroyok sejumlah remaja lainnya, Minggu sekitar pukul 01.30 WIB.
Seorang remaja RR (14) asal Banda Sakti, Lhokseumawe, menderita luka di kaki diduga dikeroyok sejumlah remaja lainnya, Minggu sekitar pukul 01.30 WIB. (SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM)

Menurut Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal alias Abu Bangka sekelompok remaja tersebut diamankan di kawasan Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti.

BREAKING NEWS - MENGERIKAN! Geng Remaja Lhokseumawe Incar Korban Pakai Celurit, Pedang & Parang

"Bersama mereka kita juga menyita enam senjata tajam, seperti celurit, pisau dan lainnya," ujar Iptu Faisal.

Selanjutnya, ke 13 remaja tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Banda Sakti.

Tidak lama kemudian, dibawa ke Mapolres Lhokseumawe, untuk proses pengusutan lebih lanjut.

Mereka semuanya merupakan warga Lhokseumawe dan berumur antara 14-17 tahun.

Inisial mereka adalah MI (15), MU (14), TR (15), MN (17), NF (15), MH (14), MR (14), TH (15), FR (15), MF (14), ME (14), NB (16), dan TH (16).

Korban dikeroyok

Fenomena kemunculan geng beranggotakan remaja di Lhokseumawe patut menjadi perhatian semua pihak.

Keberadaan mereka setidaknya telah menebar ketakutan masyarakat, terutama terhadap korban yang menjadi sasaran atau incaran dari kelompok tersebut.

Geng Remaja Bersenjata Tajam Keroyok Seorang Remaja Tanggung Asal Banda Sakti Tengah Malam

Bukan hanya soal keberadaan mereka yang meresahkan, namun juga kelompok tersebut menggunakan berbagai jenis senjata tajam dari celurit, parang, pisau, hingga besi untuk melukai korbannya.

Bercermin dari peristiwa yang menimpa RR (14) seorang remaja asal Banda Sakti Lhokseumawe, kelompok remaja tersebut mengincar korbannya pada malam hari atau tengah malam.

RR nyaris kehilangan nyawa akibat menjadi sasaran penyeroyokan kelompok geng remaja tersebut, Minggu (29/1/2023) dini hari.

Peristiwa itu menyebabkan korban mengalami luka di bagian telapak kaki yang diduga akibat terkena senjata tajam dan memar di bagian pinggang.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal alias Abu Bangka, mengatakan korban sedang mengendarai becak dan melintasi depan Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Tiba-tiba perjalanan korban dihentikan sekelompak remaja.

Namun korban langsung melarikan diri.

Tapi baru melarikan diri sekitar tiga kilometer, korban pun dihadang sekelompok remaja lain yang terus mengejarnya.

Saat itulah terjadi insiden kekerasan. Korban mengalami luka di telapak kaki, yang diduga akibat terkena senjata tajam dan memar dipinggang.

Saat kejadian tersebut, warga yang melihat langsung menuju lokasi kejadian, membuat sejumlah remaja yang diduga sebagai pelaku melarikan diri.

Korban kemudian langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Sakinah.

Tidak lama kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kesrem Lbokseumawe.

"Tidak lama setelah kejadian, orang tua korban membuat laporan polisi. Sehingga kita langsung bertindak, dan tidak lama kemudian berhasil menangkap sekelompk remaja, yang diduga sebagai pelaku," kata Iptu Faisal.

Mendapat laporan dari keluarga korban tersebut, polisi diterjunkan ke lapangan.

Hanya butuh dua jam, atau pada pukul 03.30 WIB, polisi berhasil mengamankan 13 remaja yang diduga sebagai pelaku.

Bersama mereka polisi juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved