Berita Lhokseumawe
Jumat Curhat, Kapolres Lhokseumawe Minta Guru Awasi Perilaku Siswa
Banyaknya kasus kenakalan remaja yang selama ini terjadi sehingga ditanggapi serius Polres Lhokseumawe
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Banyaknya kasus kenakalan remaja yang selama ini terjadi sehingga ditanggapi serius Polres Lhokseumawe.
Melalui Jumat Curhat, merupakan program andalan Kapolri melakukan sosialisasi kepada para guru tingkat SMA dan SMP di Kota Lhokseumawe.
Para guru diminta untuk ikut mengawasi siswanya di lingkungan sekolah untuk meminimalisir terjadinya kenakalan remaja baik di sekolah ataupun di luar sekolah.
"Saat ini sudah berkali-kali kasus kenakalan remaja terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.
Bahkan baru-baru ini sempat menggemparkan geng remaja gunakan sejumlah sajam dan ini sudah meresahkan,” tegas Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, kepada Serambinews.com, Jumat (3/2/2023).
Baca juga: Siswa SMKN 1 Jeunieb Bireuen Ini Rakit Remote Alarm Kontrol Dipasang pada Sepmor, Ini Kegunaannya
Jadi, pinta Kapolres, melalui kegiatan Jumat Curhat ini kami imbau guru ikut mengawasi siswanya di sekolah masing-masing.
Hadir di acara Jumat Curhat, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, serta pihak Dinas Pendidikan dan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Lhokseumawe.
Dalam pertemuan yang berlangsung di sebuah kafe di kawasan Kecamatan Muara Dua, Kadis Pendidikan Kota Lhokseumawe, A Haris menyampaikan, untuk mengantisipasi aksi kenakalan remaja selama ini pihaknya telah memaksimalkan peraturan di sekolah.
"Di mana, saat ini sudah menjadi tren atau fenomena di kalangan remaja berupa tawuran, kami dari pihak sekolah sangat mengharapkan bantuan dari pihak kepolisian terutama dari tim URC.
Kalau patroli singgah lah ke sekolah-sekolah walaupun sebentar agar anak - anak takut.
Ada patroli polisi dan kami juga meminta jika bisa diberlakukan lagi pembatasan waktu seperti PPKM khusus bagi anak-anak sekolah," harap Haris.
Baca juga: SMAN 2 Terapkan Belajar Daring Buntut Tawuran Antarsiswa di Tamiang
Hal senada juga disampaikan perwakilan PGRI, berbagai persoalan yang di hadapi di sekolah terkait kenakalan remaja.
Rata - rata yang bermasalah dilatarbelakangi oleh kehidupan dalam keluarga, seperti ada sebagian orang tua yang terlibat narkoba sehingga efeknya kepada si anak.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Lhokseumawe mengajak semua unsur pemangku jabatan di lingkungan pendidikan agar sama - sama mencari solusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapolres-Lhokseumawe-bertemu-Disdik-dan-guru-PGRI.jpg)