Jurnalisme Warga
Serunya Belajar Empati Bersama Jinoe.ID
Berpartisipasi pada ‘Aceh Global Peace Youth Training (AGPYT) 2023’ yang diikuti 25 pemuda terpilih dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, saya benar-be
Oleh Akram Alfarasyi SH
Asal Kuala Simpang, alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman, melaporkan dari Samalanga, Bireuen
“AGAR paham apa yang orang lain alami, cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang tersebut. Dan itulah makna empati.”
Empat hari (19-22 Januari 2023) belajar bersama Jinoe.ID, sebuah komunitas kepemudaan nirlaba asal Kota Lhokseumawe, membuat saya mengantongi banyak wawasan baru seputar toleransi dan perdamaian.
Berpartisipasi pada ‘Aceh Global Peace Youth Training (AGPYT) 2023’ yang diikuti 25 pemuda terpilih dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, saya benar-benar melewati serangkaian proses eksplorasi yang luar biasa.
Kelana kali ini bermula dari ketertarikan saya akan hal-hal baru sejak yudisium strata satu (S-1) pada September tahun lalu di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman, Pidie Jaya.
Rasanya sama sekali belum cukup bila hanya mengandalkan ilmu perolehan di bangku kuliah. Terlebih sebagai anak dayah, tentu perlu untuk terus memperluas wawasan dan relasi melalui berbagai kegiatan perkembangan diri (development).
• Menumbuhkembangkan Empati pada Anak
Desember 2022, poster AGPYT Fulley Funded melintas di beranda Instagram saya. Dengan tajuk perdamaian dan toleransi, saya begitu tertarik dan membayangkan betapa positif acara ini nantinya.
Dengan sigap saya kulik sedalam-dalamnya informasi tersebut hingga fase pendaftaran daring (online). Seperti pendaftaran pada umumnya, peserta diarahkan mengisi biodata dan menjawab beberapa pertanyaan.
Selain itu, setiap peserta juga diharuskan merampungkan karangan (esai) bertajuk toleransi yang digunakan sebagai barometer kualifikasi di babak ini.
Lolos tahap administrasi, saya pun diwawancarai via WhatsApp oleh panitia. Disodorkan beberapa pertanyaan semisal identitas dan aktivitas sehari-hari, juga jajak pendapat mengenai isu toleransi dan perdamaian.
Pada titik ini, saya pesimis bisa terpilih, sebab jajaran peserta yang diwawancarai mayoritasnya adalah kalangan mahasiswa dengan prestasi mengagumkan. Namun, alhamdulillah berkat usaha dan doa, saya kembali lolos dan resmi menjadi bagian AGPYT.
Sepekan sebelum berangkat ke Lhokseumawe, peserta sudah lebih dulu diberi pengarahan dan sekali pre-training. Tujuannya guna memberi gambaran jelas mengenai acara dan serangkaian agenda yang akan dilaksanakan nantinya. Berlangsung via zoom, juga ikut bergabung tiga pemateri yang cakap di bidangnya.
Di hari yang ditentukan, saya berangkat ke Kota Lhokseumawe naik Hiace. Bertolak dari Dayah Ummul Ayman asuhan Waled Nuruzzahri Yahya.
Tiba sekira pukul 08.00 WIB, kebetulan sekali bertemu seorang peserta lainnya asal Aceh Tamiang, kami pun bergegas meluncur ke Hotel Grand Sydney, tempat peserta dan panitia akan menginap selama kegiatan.
• Anggota Dewan Dapat Fasilitas Hotel untuk Isoman, Menuai Kecaman hingga Dianggap Minim Empati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Akram-Alfarasyi-SH-789.jpg)