Jurnalisme warga

Menumbuhkembangkan Empati pada Anak

Mengeluarkan sumpah serapah di ruang publik, berkata kotor atau kasar terhadap temannya, membuang sampah sembarangan, marah ketika ditegur

Editor: bakri
IST
MUHAMMAD SYAWAL DJAMIL, S. Sos. , Guru SMA Sukma Bangsa Pidie, Anggota FAMe Chapter Pidie, dan aktif di komunitas Beulangong Tanoh, melaporkan dari Sigli, Pidie 

OLEH MUHAMMAD SYAWAL DJAMIL, S. Sos. , Guru SMA Sukma Bangsa Pidie, Anggota FAMe Chapter Pidie, dan aktif di komunitas Beulangong Tanoh, melaporkan dari Sigli, Pidie

BELAKANGAN ini sering kita jumpai fenomena di mana hilangnya empati pada generasi muda kita.

Mengeluarkan sumpah serapah di ruang publik, berkata kotor atau kasar terhadap temannya, membuang sampah sembarangan, marah ketika ditegur, apatis terhadap orang sekitarnya, dan beragam macam perilaku lainnya yang mengganggu kenyamanan dan merugikan orang lain.

Perilaku-perilaku tersebut merupakan gambaran sikap generasi muda kita yang jauh dari empati.

Apa itu empati?

Anak-anak MIN 17 Kota Sigli saat memperlihatkan buah-buahan diberi Tim Dinas Kesehatan Pidie, Kamis (9/12/2021).
Anak-anak MIN 17 Kota Sigli saat memperlihatkan buah-buahan diberi Tim Dinas Kesehatan Pidie, Kamis (9/12/2021). (SERAMBINEWS.COM / NUR NIHAYATI)

Empati merupakan kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, sehingga kita mampu mengolah rasa untuk memahami apa yang dirasakan orang lain dan menyelaraskan dengan perilaku.

Mengajarkan empati pada pada generasi muda, yakni anak-anak kita, merupakan sebuah kemestian yang penting adanya.

Karena, hal tersebut dapat membantu mereka dalam bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

Di samping itu dalam Islam, terdapat anjuran untuk menumbuhkan empati pada diri kita dan anak-anak kita tentunya.

Hal ini terlihat dari hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari berbunyi, “Kal bunyanin yasuddu ba’dhuhu ba’dhan.

” Mencermati isi hadis ini maka dapat kita pahami bahwa kita dengan orang sekitar adalah satu dan tak terpisah laiknya bangunan; satu sama lain saling mengokohkan.

Nah, beragam penelitian yang mengkaji tentang perilaku anak menyimpulkan bahwa empati merupakan salah satu sikap yang mesti dimiliki anak, karena membantu mereka dalam membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dan damai dengan anak-anak seumurannya.

Anak yang memiliki sikap empati akan jauh dari emosi negatif yang biasanya kompleks, seperti muak, sombong, dan marah, karena ia mampu merefleksikan diri dan memahami situasi dan kondisi orang lain.

Hal yang demikian akan membuat anak cenderung lebih disukai oleh teman-teman sejawatnya dan orang lain di sekitarnya.

Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 122 mengadakan aneka perlombaan untuk memotivasi anak-anak semangat belajar.
Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 122 mengadakan aneka perlombaan untuk memotivasi anak-anak semangat belajar. (Foto: Dok Mahasiswa Kelompok 122)

Kita sungguh tak sanggup membayangkan jika anak tumbuh tanpa ada rasa empati, karena hal itu menyulitkan mereka dalam berteman, seperti dijauhi atau tidak disukai oleh teman-temannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved