Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Perwira Senior Angkatan Bersenjata Ukraina Diadili, Melakukan Pengkhianatan Tingkat Tinggi

Kontra-intelijen Militer dari Dinas Keamanan Ukraina (SSU) telah mengungkap seorang pengkhianat yang memberikan data intelijen kepada Rusia.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Media Sosial
Dinas Keamanan Ukraina memeriksa seorang pejabat militer Senior Ukraina yang menjadi pengkhianat kepada negaranya. 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Kontra-intelijen Militer dari Dinas Keamanan Ukraina (SSU) telah mengungkap seorang pengkhianat yang memberikan data intelijen kepada Rusia.

Khususnya, tentang rencana operasi tempur pasukan pertahanan Ukraina di area garis depan yang penting secara strategis.

"Berkat tanggapan cepat SSU, komando pasukan Ukraina berhasil menyesuaikan keputusan secara tepat waktu agar berhasil melakukan misi tempur," kata pejabat militer Ukraina.

Menurut penyelidikan, kaki tangan penyerang, seorang pejabat yang bertugas di salah satu unit militer Angkatan Bersenjata Ukraina, seorang perwira senior unit militer.

Atas instruksi penjajah Rusia, tersangka secara diam-diam mengumpulkan intelijen mengenai pergerakan pasukan Ukraina dan pengisian mereka dengan peralatan dan amunisi.

Selain itu, pengkhianat membocorkan laporan analitik tentang situasi di depan kepada Rusia, seperti dilansir Ukrainska Pravda, Rabu (8/2/2023).

Baca juga: Kanselir Jerman Peringatkan Presiden Ukraina, Senjata Bantuan Bukan Untuk Menyerang Wilayah Rusia

Selama operasi khusus, petugas SSU menahan pelaku dalam usahanya mentransfer intelijen ke Rusia.

Kali ini dia mencoba memberi tahu agresor tentang situasi operasional di salah satu area pertempuran.

Saat menggeledah tempat tinggal tersangka, petugas penegak hukum menemukan peralatan komunikasi dan komputer yang digunakan pengkhianat untuk berkomunikasi dengan penjajah Rusia.

Terdakwa diberikan pemberitahuan tentang pengkhianatan tingkat tinggi yang dilakukan di bawah darurat militer.

Penegak hukum mencatat tersangka sepenuhnya mengakui kesalahannya.

Pria itu ditempatkan dalam tahanan pra-sidang tanpa jaminan.

Tim investigasi sedang berlangsung untuk menetapkan semua kejahatan yang dilakukan tersangka.(*)

Baca juga: Rusia Keluarkan Peringatkan Keras, Bantuan Senjata Canggih AS dan Barat Akan Membakar Ukraina

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved