Minggu, 26 April 2026

Berita Bireuen

UNIKI Bireuen Gelar Studium Generale, Ini Bahasannya

Dr Polyester Mai Dar memberikan ceramah akademik tentang Inovasi Kolaboratif Interregional dan Riset Visioner.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Para mahasiswa, dekan, dosen UNIKI Bireuen, Jumat (10/02/2023) mengikuti studium generale dengan tema “Inovasi Koleboratif Interregional dan Riset Visioner dengan narasumber Polyester Mai Dar Dr Mult Cd Postgre Dpl SS berlangsung di gedung aula utama UNIKI 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Jumat (10/02/2023) menggelar studium generale dengan tema “Inovasi Kolaboratif Interregional dan Riset Visioner dengan narasumber Polyester Mai Dar Dr Mult Cd Postgre Dpl SS berlangsung di gedung aula utama UNIKI.

Pertemuan diikuti para para dekan, dosen, pegawai dan mahasiswa berlangsung hampir dua jam lebih.

Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr Amiruddin Idris  SE MSi dalam pembukaan menyebutkan Mai Dar adalah seorang pakar di bidang sejarah dan yang saat ini tinggal dan menetap di Jerman.

Dr Polyester Mai Dar, dalam acara stadium general  dalam ceramah akademiknya  tentang “Inovasi Kolaboratif Interregional dan Riset Visioner” dengan studi komparatif (perbandingan) dari masyarakat internasional.

“Yang  saya presentasikan di kampus ini, yang saya anggap sebagai memiliki sejarah dari namanya, pertama melibatkan sejarah Islam yang besar di wilayah ini, seperti Jeumpa, Matang Glumpang Dua dengan tokoh-tokohnya, setelah ia balik saya akan coba promosikan kepada masyarakat Internasional dan bahasan ilmiah lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dr Polyhister memberikan sebuah ide konsep kolaborasi pada saat masyarakat digital, dimana kampus yang menjadi nantinya akan membangkitkan akademis baru di UNIKI. Nantinya,  dengan membangun networking antara UNIKI dengan beberapa Universitas Marburg Antara UNIKI dengan beberapa Universitas Marburg Town.

Dr Mai Dar menggambarkan bahwa pentingnya pendidikan di negara maju tersebut dan bagaimana mana cara penyaluran beasiswa, dengan approved dari seorang guru besar terhadap seseorang yang mengikuti program beasiswa maka signature seorang guru besar tersebut tidak ada lagi pertentangan lagi hal ini karena hal tersebut merupakan keputusan akademis katanya.(*)

Baca juga: 172 Mahasiswa UIN Ar Raniry PPKPM di Bireuen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved