Luar Negeri

Kisah Zahad, Pria Transgender yang Hamil dan Melahirkan Bayi, Istrinya Ziya Paval Dulu Cowok

Paval, yang mengatakan dia selalu ingin menjadi orangtua, tercatat sebagai laki-laki saat lahir dan sekarang mengidentifikasi diri sebagai perempuan.

Editor: Faisal Zamzami
Instagram/Paval19
Ziya Paval (kanan) dan pasangannya, Zahhad, yang merupakan pria transgender serta bayi mereka yang baru dilahirkan. 

SERAMBINEWS.COM, BANGALORE - Pasangan transgender India yang sesi pemotretan kehamilannya menjadi viral di media sosial, pekan lalu telah melahirkan bayi mereka satu bulan lebih awal.

Pasangan transpria dan transpuan itu telah menghentikan sementara terapi hormon mereka supaya bisa punya bayi.

Ziya Paval (21) dan pasangannya Zahad (23) yang tinggal di negara bagian selatan Kerala, sedang dalam proses transisi gender ketika mereka memutuskan untuk punya bayi.

Paval, yang mengatakan dia selalu ingin menjadi orangtua, tercatat sebagai laki-laki saat lahir dan sekarang mengidentifikasi diri sebagai perempuan.

Zahad dicatat sebagai perempuan saat lahir dan sekarang mengidentifikasi diri sebagai laki-laki. Dia yang kemudian hamil.

Ucapan selamat mengalir untuk pasangan itu di laman media sosial mereka.

"Orang trans pantas mendapatkan keluarga," aktris transgender S Negha mengomentari postingan Instagram Paval, tempat dia membagikan foto-foto itu.

Paval dan Zahad mengatakan pengalaman mereka mungkin jarang terjadi di India karena "tidak ada orang lain yang menyebut diri mereka sebagai orangtua biologis dalam komunitas transgender sejauh yang kami tahu".

Baca juga: Ziya Paval Pria Transgender Lahirkan Bayi Lewat Operasi Caesar, Sang Istri Dulu Cowok

India diperkirakan memiliki sekitar dua juta orang transgender, meskipun para aktivis mengatakan jumlahnya lebih tinggi. 

Pada 2014, Mahkamah Agung India memutuskan bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan orang lain. 

Namun, mereka masih kesulitan untuk mengakses pendidikan dan perawatan kesehatan, dan kerap menghadapi prasangka dan stigma.

 Ketika Paval dan Zahad bertemu tiga tahun lalu, mereka berdua terasing dari keluarga mereka.

"Saya berasal dari keluarga Muslim konservatif yang tidak pernah mengizinkan saya belajar tarian klasik," kata Paval. "(Orangtua saya) ortodoks sampai-sampai mereka biasa memotong rambut saya supaya saya tidak menari."

Paval berkata dia meninggalkan rumah untuk berpartisipasi dalam festival pemuda dan tidak pernah kembali.

Dia belajar menari di pusat komunitas transgender. Dia sekarang mengajarkannya kepada siswa di Distrik Kozhikode.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved