Internasional

Pengadilan Turkiye Tangkap Pembangun Rumah Mewah, Dijululi Rumah Kematian di Adana

Pengadilan Turkiye secara resmi menahan pembangun rumah mewah "Ronesans Residence."

Editor: M Nur Pakar
AFP/Aytac Unal / ANADOLU AGENCY
Upaya pencarian dan penyelamatan berlanjut pada bangunan yang runtuh di beberapa provinsi termasuk Adiyaman, Turkiye pada 12 Februari 2023. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pengadilan Turkiye secara resmi menahan pembangun rumah mewah "Ronesans Residence."

Sebuah gedung apartemen dengan 250 unit di Provinsi Hatay yang runtuh pada 6 Februari 2023, lapor Anadolu Agency, Sabtu (11/2/2023).

Pengusaha itu sebelumnya ditahan di Istanbul saat mencoba terbang ke luar negeri.

Bangunan, di mana puluhan orang meninggal, dijuluki "Rumah Kematian" di media Turki.

Di Kota Adana, jaksa mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 62 orang sebagai bagian dari penyelidikan terhadap konstruksi yang buruk.

Sedangkan Koordinator Bantuan Darurat PBB Martin Griffiths memperkirakan jumlah kematian akan berlipat ganda atau lebih.

Dia menggambarkan pemandangan itu sebagai kumpulan puing-puing yang mengerikan.

Baca juga: Pemko Sabang Galang Dana untuk Korban Gempa Turkiye dan Suriah

Dimana, ada kesulitan untuk ditemukan dan membuat mereka berbahaya bagi orang-orang heroik yang melakukan ini 24 jam sehari.

Sementara, Turki menunda beberapa prosedur peradilan terkait eksekusi utang dan kebangkrutan di 10 provinsi.

Itu dituangkan dalam keputusan presiden pertama yang diterbitkan di bawah keadaan darurat tiga bulan di zona gempa.

Prosedur ditunda hingga 6 April 2023 dari 6 Januari 2023, tanggal ketika gempa kembar mengguncang 10 provinsi di Turki.

Ribuan bangunan yang terkena gempa kembar tidak dapat digunakan meskipun belum runtuh, kata seorang pejabat Turki.

Setelah memeriksa hampir 133.000 bangunan di 10 provinsi, para pejabat menyimpulkan 12.617 di antaranya mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan dengan aman.

Baca juga: Burung Dalam Sangkar Ditemukan Hidup Di Bawah Puing Bangunan Kota Adana Turkiye

Lebih dari 1 juta korban gempa telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara, kata Wakil Presiden Turki Fuat Oktay.

Ditambahkan, 200.000 orang telah dievakuasi dari zona gempa ke bagian barat negara itu.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved