Kamis, 9 April 2026

Internasional

Korea Selatan Hujani Peluru Peringatan, Tentara Korut Kabur dari Perbatasan!

“Ini merupakan langkah serius yang dapat membawa situasi ke tahap yang tak terkendali,” tulis media

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Foto oleh Kristina Kormilitsyna/Rossiya Segodnya/Kremlin
KORUT - Foto diambil dari publikasi Kantor Presiden Rusia pada Senin (23/6/2025), memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat di foto) di Pyongyang pada 18 Juni 2024. Korea Selatan mengonfirmasi bahwa tentaranya melepaskan tembakan peringatan ke arah pasukan Korea Utara (20/8/2025). 

Korea Selatan Hujani Peluru Peringatan, Tentara Korut Kabur dari Perbatasan!

SERAMBINEWS.COM-Korea Selatan mengonfirmasi bahwa tentaranya melepaskan tembakan peringatan ke arah pasukan Korea Utara yang melintasi perbatasan militer pada Selasa (20/8/2025).

Dilansir dari BBC News (23/8/2025),  insiden ini terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ), wilayah penyangga yang memisahkan kedua negara sejak Perang Korea berakhir pada tahun 1953.

Menurut pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), sekelompok tentara Korea Utara yang sedang bekerja di wilayah perbatasan tiba-tiba melintasi garis demarkasi militer sekitar pukul 15.00 waktu setempat (07.00 BST).

 Setelah tembakan peringatan dilepaskan oleh pihak Korea Selatan, pasukan Korea Utara itu segera mundur dan kembali ke wilayah mereka.

Media pemerintah Korea Utara menyebut tindakan tersebut sebagai “provokasi yang disengaja”.

Baca juga: Santi Manda Sari, Bakal Mengajar Budaya Aceh di Korea Selatan

Seorang perwira tinggi militer, Letnan Jenderal Ko Jong Chol, mengatakan bahwa Korea Selatan menggunakan senapan mesin dan menembakkan lebih dari 10 peluru ke arah tentaranya.

Ia menuduh Seoul mempertaruhkan meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan.

“Ini merupakan langkah serius yang dapat membawa situasi ke tahap yang tak terkendali,” tulis media pemerintah Korea Utara dikutip via BBC News (23/8/2025).

Insiden ini terjadi di saat Presiden baru Korea Selatan, Lee Jae Myung, melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Tokyo dan Washington.

Lee sebelumnya berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang, namun sejauh ini Korea Utara merespons dingin.

 Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, bahkan menolak upaya rekonsiliasi dari Seoul.

Perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan kerap menjadi titik panas.

 DMZ bukanlah pagar permanen, melainkan jalur tanah luas dengan vegetasi lebat yang sering membingungkan tentara di lapangan.

Baca juga: VIDEO - Korea Utara Hukum Mati Pendukung Zionis, Hoaks atau Fakta? Simak Jawabannya!

Intrusi seperti ini sudah beberapa kali terjadi dan berpotensi memicu bentrokan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved