Kajian Islam
Begini Sejarah Hari Valentine Hingga Dilarang dalam Islam, Simak Juga Penjelasan UAS
Pemerintah Aceh melarang masyarakatnya untuk merayakan hari Valentine atau biasa yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
Larangan tersebut tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani dengan tekenan basah oleh jajaran Forkopimda Plus Aceh Besar tertanggal 06 Februari 2023 M atau 15 Rajab 1444 H.
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Aceh melarang masyarakatnya untuk merayakan hari Valentine atau biasa yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang.
Larangan tersebut tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani dengan tekenan basah oleh jajaran Forkopimda Plus Aceh Besar tertanggal 06 Februari 2023 M atau 15 Rajab 1444 H.
Dalam seruan bersama Forkopimda Kabupaten Aceh Besar itu secara tegas, pada point empat disebutkan jika, merayakan valentine day adalah haram hukumnya.
Ternyata, Seruan Bersama itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya perayaan Hari Valentine.
Banyak orang yang beranggapan mengapa Aceh melarang warganya untuk merayakan Hari Valentine.
Baca juga: Promo Perayaan Valentine Day di Daftar Menu, Satpol PP Banda Aceh Tegur 2 Toko di Peunayong & Geuceu
Padahal, hari Valentine merupakan Hari Kasih Sayang. Saat Hari Valentine, tak sedikit orang yang mengungkapkan perasaannya, terutama kepada pasangan.
Ternyata, Aceh memiliki alasan khusus mengapa tidak memperbolehkan merayakan Hari Valentine.
Adapun alasan tersebut karena kota yang berjuluk Serambi Mekkah ini telah memiliki keistimewaan Syariat Islam, sehingga pemerintahnya menegakkan Syariat Islam tersebut secara utuh, termasuk tidak merayakan Hari Valentine.
Perayaan Hari Valentine sendiri jelas jelas melanggar syariat Islam.
Tak jarang dalam perayaannya, banyak pasangan yang mengungkapkan rasa kasih sayangnya kepada yang bukan muhrim, atau bahkan dalam momen ini sering terjadi perzinahan.
Jauh sebelum ini, pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS ini juga sempat menyinggung soal perayaan Hari Valentine yang juga disebut sebagai Hari Zina Internasional.
Baca juga: Pasang Promosi Hari Valentine Day, Satpol PP Banda Aceh Tegur Pengelola 2 Toko di Kawasan Peunayong
Dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Dakwah Singkat Padat pada Senin, (13/2/2023), Ustaz Abdul Somad membeberkan sejarah valentine.
Adapun sejarah hari valentine yakni kematian Santo Valenine.
Santo merupakan pendeta yang membebaskan tentara karena tengah bercinta.
Kemudian, Santo menikahkan tentara tersebut. Tapi, Santo malah dapat hukuman mati. Oleh karena itu, kematiannya diperingati sebagai hari cinta.
"Jelaskan tentang valentine dan solusinya. Santo Valentino, Santo artinya suci kalau saya dalam agama kristen digelar Santo Somadus manusia suci. Makanya ada Santo Valentino dialah yang membebaskan tentara yang sedang bercinta dinikahkannya, makanya akhirnya dia dibunuh. Maka di hari kematiannya itu dikenang dengan hari cinta," kata UAS.
Padahal menurut Ustaz Abdul Somad, hari Valentine adalah hari zina internasional.
Baca juga: MPU Aceh Apresiasi Seruan Forkopimda Aceh Besar Tentang Larangan Merayakan Valentine Day
Pasangan-pasangan yang belum muhrim merayakannya dengan berhubungan seksual di hotel-hotel.
"Tapi ternyata nanti tanggal 14 Februari itu adalah hari zina internasional. Di malam itu semua orang keluar dengan pasangannya, bahkan hotel-hotel di Pekanbaru pasang harga promo malam cinta setengah harga plus sarapan pagi," lanjutnya.
Menyatakan Hari Valentine sebagai hari zina internasional, Ustaz Abdul Somad membagikan tips untuk orang tua agar anak-anak mereka tidak melanggar hukum agama.
UAS menyarankan untuk menggelar pengajian setiap tanggal 14 Februari 2023 bukan merayakan hari valentine.
"Hati-hati, makanya dijaga. Di malam 14 itu, buat pengajian di masjid-masjid menolak kemungkaran. Tapi jangan buat pengajian kita mengenang Valentino jangan,” tandasnya.
Kemudian, Ustaz Abdul Somad meminta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Mulai dari melarang mereka berkeliaran hingga membatasi penggunaan kendaraan di hari valentine.
“Jangan biarkan anak muda keliaran, kalau ada pacarnya jemput datang bensinya bocorkan, gusinya copot, stang motornya ikat itu solusinya," kata Ustaz Abdul Somad soal hari Valentine.
Baca juga: Bagaimana Hukum Merayakan Valentine Day dalam Islam? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut Ini
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengakuan-Ustaz-Abdul-Somad-Soal-Dirinya-Dideportasi.jpg)