Rabu, 22 April 2026

e Katalog

SKPA Maksimalkan Belanja Barang Lewat e-Katalog Lokal, Dua Bulan Berjalan Transaksi Capai Rp 39,5 M

Dari 1 Januari – 21 Februari 2022 ini, sebut T Aznal, sudah ada puluhan SKPA/Dinas/Lembaga Pemerintah di Lingkup Pemerintah Aceh maupun luar Pemerinta

|
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh, T Aznal. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memasuki bulan kedua tahun anggaran 2023 ini, sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa belanja rutin kantor melalui etalase E-Katalog Lokal milik Pemerintah Aceh.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh, T Aznal yang dimintai penjelasannya terkait pengadaan barang dan jasa kebutuhan rutin kantor pemerintah melalui E-Katalog Lokal kepada Serambi, Selasa (21/2/2023) mengatakan, jumlah SKPA yang telah menggunakan E-Katalog Lokal untuk pemenuhan kebutuhan rutin kantornya sudah banyak.

Dari 1 Januari – 21 Februari 2022 ini, sebut T Aznal, sudah ada puluhan SKPA/Dinas/Lembaga Pemerintah di Lingkup Pemerintah Aceh maupun luar Pemerintah Aceh, yang telah menggunakan etalase E-Katalog Lokal milik Pemerintah Aceh untuk pemenuhan kebutuhan rutin kantornya.

Rumah Layak Huni Penyumbang Terbesar  Belanja e-Katalog Lokal di Aceh

Contohnya, BLUD Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dari Januari – Februari ini, ada empat item etalase yang telah digunakannya untuk pemenuhan kebutuhan barang dan jasa rutin kantornya, yaitu jasa kebersihan, RSJ Aceh, sudah melakukan transaksi melalui etalase jasa kebersihan senilai Rp 3,4 miliar.

Kemudian melalui etalase pengadaan makanan dan minuman untuk pasien RSJ Aceh sudah melakukan transaksi senilai Rp 8,8 miliar, etalase bahan pokok senilai Rp 529,7 juta dan etalase makanan minuman tahap II senilai Rp 883,9 juta.

Hal yang sama juga dilakukan BLUD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh. RSIA sudah menggunakan enam etalase dalam pengadaan barang dan jasa untuk kegiatan operasi rumah sakit.

Pertama etalase pengadaan makanan dan minuman senilai Rp 1,996 miliar, kedua jasa kebersihan senilai Rp 1,925 miliar, ketiga pengadaan makanan dan minuman kembali senilai Rp 540,9 miliar, keempat jasa service elektronik Rp 21,5 juta, kelima pengadaan peralatan kantor, studio dan rumah tangga Rp 209,9 juta dan pengadaan bahan bahan pokok Rp 84 juta. Selanjutnya etalase jasa cetak dan pengadaan Rp 1,215 miliar.

Dari puluhan SKPA di Lingkup Pemerintah Aceh yang telah menggunakan E-Katalog Lokal milik Pemerintah Aceh tersebut, pada umumkan kita lihat, ada beberapa jenis etalase yang telah banyak digunakan.

Antara lain jasa etalase kebersihan, jasa etalase pengadaan peralatan kantor, studio dan rumah tangga, alat tulis kantor, cetak, servis kenderaan dan lainnya.

Kenapa setiap SKPA pada awal tahun banyak yang berbelanja di E-Katalog lokal untuk etalase jasa kebersihan dan pengadaan peralatan kantor, studio dan rumah tangga?

Menurut T Aznal, karena hal tersebut, terutama untuk jasa kebersihan, pengadaan jasa orangnya dilakukan pada awal tahun, agar pelaksanaan kebersihannya di awal tahun sudah berjalan.

Begitu juga untuk pengadaan peralatan kantor, studio dan rumah tangga, di awal tahun harus dibeli untuk pemenuhan kebutuhan bulan-bulan berikutnya.

Yang berbelanja barang dan jasa peralatan kantor, studio dan rumah tangga, kata Aznal, juga banyak dari luar dinas, lembaga dan instansi Pemerintah Aceh.

Antara lain dari BPK, Komisi Pemilihan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta lainnya. Mereka menilai belanja di E-Katalog Pemerintah Aceh, pelaksanaannya praktis, efisien dan ekonomis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved