Kupi Beungoh

“Studi Syariat Islam” Masuk Perguruan Tinggi di Aceh

Putra-putri Aceh di zaman milenial tidak boleh buta sejarah sebagaimana yang telah dicetus oleh generasi sebelumnya yang sangat kental dan paham sejar

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Kasubbag Tata Usaha UPTD-PPQ Dinas Syariat Islam Aceh, Abdul Rani, S.Sos.I, MA 

Oleh: Abdul Rani, S.Sos.I, MA
(Kasubbag Tata Usaha UPTD-PPQ Dinas Syariat Islam Aceh)

SERAMBINEWS.COM - Aceh merupakan daerah kental pengamalan syariat Islam dari masa- kemasa dalam semua aspek, salah satunya aspek keagamaan.

Sebagaima firman Allah Surat Albaqarah ayat 208 “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Kalam itu telah aplikasikan oleh masyarakat Aceh pada umumnya beberapa abad yang silam, semenjak Islam masuk ke Aceh yang dibawa oleh saudagar-saudagar dari Negeri gurun pasir dan tandus.

Seorang muballig terkemuka bernama Syekh Ismail dari Mekkah sengaja datang menuju Samudera untuk mengislamkan terutama penduduk pribumi Serambi Mekkah, setelah Islam masuk dan berkembang lalu Syeikh Ismail beserta guru-guru lainnya kembali menuju ke Negeri jaziarah Arab.

Belajar dari sejarah panjang tersebut maka para pelajar, mahasiswa memperbanyak membaca, mengulang dan mengkaji sejarah keislaman secara konfrehensif mulai awal masuknya Islam di Aceh.

Putra-putri Aceh di zaman milenial tidak boleh buta sejarah sebagaimana yang telah dicetus oleh generasi sebelumnya yang sangat kental dan paham sejarah.

Pun demikian generasi sekarang wajib mempunyai pondasi keislaman yang kuat dalam menghadapi dunia serba canggih ini.

Generasi tidak boleh tertipu media sosial yang terkadang tidak punya landasan kuat untuk diamalkan.

Hal ini perlu disikapi oleh semua pihak di Aceh terutama para guru-guru besar yang ada di Perguruan Tinggi.

Perguruan tinggi di Aceh sebagai lembaga pendidik harus ikut bertanggungjawab dalam memberikan pemahaman Studi Syariat Islam di Aceh.

Dengan harapaan Generasi melenial tidak buta tentang masuknya Islam ke nusantara hingga Islam di Aceh di masa milenial sekarang ini.

Kita sangat menaruh harapan kepada seluruh Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Provinsi Aceh agar menjadikan mata ajar dalam kurikulumnya mengenai “Studi Syariat Islam di Aceh”.

Kita sangat mendukung kebijakan para Rektor Perguruan Tinggi beserta jajarannnya kalau Studi Syariat Islam di Aceh menjadi mata ajar pokok kearifan lokal Aceh sehinga para sarjanawan tidak buta sejarah Aceh sepanjang abad.

Dengan demikian bisa melahirkan para sarjanawan yang berkuatalitas, kuantitas dan paham akan kearifan lokak Aceh dan cukup banyak refrerensi maupun rujukan tentang pelaksaksanaan syariat Islam di Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved