Internasional
Warga Palestina Mogok di Yerusalem Timur, Serukan Perlawanan Rakyat ke Israel
Warga Palestina di beberapa kota Yerusalem Timur melakukan mogok umum untuk memprotes kebijakan Israel terhadap mereka.
SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Warga Palestina di beberapa kota Yerusalem Timur melakukan mogok umum untuk memprotes kebijakan Israel terhadap mereka.
Para pemuda menutup pintu masuk ke kamp pengungsi Shuafat, Al-Isawiya, Anata, dan Al-Ram mulai pukul 3 pagi pada hari Minggu.
Bentrokan kekerasan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel terjadi pada waktu yang hampir bersamaan di pintu masuk Al-Isawiya, dan Jabal Al-Mukaber.
Aktivis Yerusalem Timur meminta pekerja Palestina untuk tidak pergi ke tempat kerja mereka di Israel.
Pasukan Islam di Yerusalem Timur mengeluarkan pernyataan yang menolak kebijakan Israel di wilayah tersebut.
Seperti penghancuran rumah dan pemindahan penduduk, penangkapan, denda, penyitaan uang dan properti, serta penyitaan rekening bank.
Baca juga: Aktivis Koalisi Palestina Dukung Wali Kota Barcelona, Berharap Diikuti Kota Lainnya
Ibrahim Inbawi, dari kamp Shuafat kepada Arab News, Senin (20/2/2023) mengatakan kebijakan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir di Yerusalem Timur sebagai alasan di balik seruan pembangkangan sipil dan pemogokan. .
"Saya percaya, kebijakan rasis Ben-Gvir terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur dan penggunaan tangan besinya akan menyebabkan lebih banyak kekerasan dan eskalasi di pihak Palestina," jelasnya.
Sekitar 350.000 warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur, banyak dari mereka terkena dampak negatif dari tembok yang didirikan oleh Israel pada tahun 2005.
Mereka telah diberikan kartu identitas, tetapi dalam undang-undang Israel sebagai penduduk dan bukan warga negara.
Para pemuda membakar ban dan menutup jalan-jalan di Al-Issawiya, Jabal Al-Mukaber, kamp Shuafat, Anata, Al-Ram dan Kafr Aqab pada Minggu (19/2/2023).
Kendaraan polisi Israel dan penjaga perbatasan terus mengawasi aksi para pemuda Palestina.
Baca juga: Presiden Palestina Tuduh Israel Sebagai Biang Kekerasan, Minta Pendudukan Diakhiri
Ada konfrontasi kekerasan antara pemuda Yerusalem dan pasukan keamanan Israel di lebih dari satu lokasi.
Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan pembangkangan sipil sebagai cara perlawanan rakyat.
Hal itu diadopsi untuk mengusir serangan yang dilakukan oleh pendudukan Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Palestina-Demonstrasi-Kebijakan-Israel.jpg)