Breaking News

Kisah Viral

Kisah Jason Arday, Pria tak Bisa Bicara dan Menulis hingga 18 Tahun, Tapi Kini Bergelar Profesor

Dia mengingat bagaimana dirinya sangat tergerak oleh penderitaan orang lain dan merasakan dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/BBC News Indonesia
Prof Arday berkata, saat belajar untuk gelar PhD di malam hari dia "menikmati" kritikan yang ditujukan pada karya-karyanya. 

"Sandro berkata, 'Saya yakin kamu bisa - Saya yakin kita bisa mengalahkan dunia dan menang'," ujarnya.

"Kalau saya ingat-ingat lagi, itulah pertama kalinya saya benar-benar percaya pada diri saya sendiri. Banyak akademisi yang mengatakan mereka tak sengaja masuk ke dunia ini, tapi bagi saya, momen itu adalah awal keyakinan dan saya sangat fokus - saya tahu ini adalah tujuan hidup saya."

Belajar menjadi seorang akademisi ternyata sangat sulit, kata Arday, terutama karena dia tak punya banyak pengalaman atau pelatihan untuk melakukannya.

Di siang hari, Prof Arday bekerja sebagai guru olah raga di sekolah menengah atas.

Di malam hari, dia menghabiskan waktu untuk membuat makalah akademik dan belajar sosiologi.

"Ketika saya pertama kali mulai menulis makalah akademik, saya tidak tahu apa yang saya lakukan," ujarnya.

"Saya tidak punya mentor dan tidak ada yang menunjukkan kepada saya cara menulisnya.

"Semua makalah yang saya ajukan ditolak dengan kasar.

"Proses peninjauan sejawat sangat kejam, sampai cenderung lucu, tapi saya menganggapnya sebagai pengalaman belajar, dan anehnya, saya mulai menikmatinya."

Jason Arday
Keterangan gambar, Prof Arday menerima gelar PhD di bidang Studi Pendidikan pada 2016 dari Universitas John Moores di Liverpool.
Prof Arday kemudian berhasil mendapatkan dua gelar master dan PhD di bidang Studi Pendidikan.

Saat ditanya kapan dia menyadari dirinya adalah seorang sosiolog, dia mengatakan sekitar 2015.

"Saya menyadari inilah yang seharusnya saya lakukan."

Delapan tahun kemudian, dia akan dikukuhkan sebagai profesor sosiologi pendidikan di Cambridge.

Saat ini, ada lima profesor kulit hitam di univeritas tersebut.

Angka resmi dari Badan Statistik Pendidikan Tinggi menunjukkan, pada tahun 2021, hanya 155 dari lebih dari 23.000 profesor universitas di Inggris Raya yang berkulit hitam.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved