Jumat, 10 April 2026

Jurnalisme Warga

Pesona Bitapmi Garden di Kawasan Gunung Tiusa

Di pinggir Gunung Tiusa terdapat objek wisata alam, Bitapmi Garden. Taman ini menjadi tempat persinggahan yang diminat wisatawan, khususnya mereka yan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Nendisyah Putra, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Pulau Banyak Barat, melaporkan dari Pulau Haloban, Kabupaten Aceh Singkil 

Oleh Nendisyah Putra

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Pulau Banyak Barat, melaporkan dari Pulau Haloban, Kabupaten Aceh Singkil

PULAU Banyak Barat di Kabupten Aceh Singkil yang dikelilingi laut dan gugusan pulau-pulau kecil memiliki potensi panorama bahari yang indah.

Di kecamatan ini terdapat sebuah gunung yang dipenuhi pepohonan besar, rapat dan rimbun, serta berbagai macam jenis burung yang hinggap di lereng gunung tersebut. Namanya, Gunung Tiusa.

Gunung ini tingginya sekitar 300 meter dengan kemiringan 75 sampai 95 derajat. Medannya menantang adrenalin. Dipenuhi batu karang tajam, jurang terjal, dan titik tertentu yang licin. Harus ekstrahati-hati dan butuh fisik prima kalau ingin naik Gunung Tiusa.

Di pinggir Gunung Tiusa terdapat objek wisata alam, Bitapmi Garden. Taman ini menjadi tempat persinggahan yang diminat wisatawan, khususnya mereka yang hendak mendaki puncak gunung. Sebelum melakukan jungle tracking (penelusuran hutan) atau pendakian gunung, wisatawan biasanya terlebih dahulu membeli makanan dan minuman yang disediakan di Bitapmi Garden.

Tempat ini dulunya hanyalah lokasi pengambilan batu dan penggalian tanah untuk bahan material bangunan. Kemudian, ketika para pengunjung berdatangan setiap akhir pekan melihat keindahan dan panorama Gunung Tiusa, lalu Anwar Barus, warga setempat, terinspirasi menjadikannya tempat wisata.

Menurut Anwar Barus, Bitapmi merupakan singkatan dari Bidadri Menatap Bumi. Dia sendiri yang mencipta akronim itu. Ia juga membuat ilustrasi: ketika pengunjung perempuan sampai di puncak gunung, lalu ia melihat ke bawah seakan perempuan itu bidadari yang sedang menatap ke bumi (ke bawah).

Komunitas pencita alam sering mampir ke tempat ini. Tujuan akhirnya adalah menaklukkan Gunung Tiusa dan menikmati panorama bahari dari puncaknya.

Lokasi wisata Bitapmi Garden memiliki ukuran yang luas sehingga dapat menampung puluhan pengunjung.

Di puncak gunung ini juga terdapat gua berukuran kecil, berwarna hitam, dilengkapi dengan bangku layaknya bangku-bangku milik kerajaan. Untuk naik ke gunung ini butuh energi yang kuat dan tenaga yang cukup, mengingat jalannya kecil dan berbatu, serta harus melewati tebing.

Aksi Sapta Pesona, Kadisbudpar Aceh Ajak Masyakat Kolaborasi Lestarikan Objek Wisata Bersejarah

Memasuki kawasan Bitapmi Garden, di sebelah kirinya terdapat kantin, tempat para pengunjung beristirahat sambil menikmati minuman dan makanan. Di lokasi ini terdapat kolam ikan lele. Kolamnya mengeluarkan air pancur sehingga terkesan sejuk dan resik.

Bagi pengunjung yang menyukai musik, manajemen Bitapmi Garden menyediakan perangkat karaoke. Jadi, pengunjung bebas bernyanyi atau memilih agenda lain, yakni menikmati bunga-bunga di sekeliling taman.

Di kantin Bitapmi ini dijual aneka makanan dan minuman khas Bitapmi yang memanjakan lidah. Di antaranya kopi, fanta float, dan es blend ditambah lagi makan ringan seperti pisang goreng, ubi goreng, bahkan ikan lele goreng dengan harga yang terjangakau.

Di lokasi menuju bukit kecil terdapat beberapa pondok tempat rehat yang didesain menggunakan bambu beratapkan pohon rumbia, layaknya seperti rumah hutan khas suasana pegunungan. Banyak pengunjung memanfaatkan momen khusus untuk berswafoto di sini sebagai tanda pernah datang ke tempat ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved