Rabu, 3 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Raungan Harimau Cari Anaknya yang Mati Bikin Petani tak Berani ke Ladang

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, suara raungan harimau masih terdengar di daerah itu pada Rabu kemarin

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Dok. Polres Aceh Timur.
Harimau Sumatera yang ditemukan mati akibat diracun usai memangsa sejumlah kambing milik warga di kawasan Peunaron, Aceh Timur, Rabu (23/2/2023) 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman SE, didampingi personelnya, dan Keuchik Gampong Peunaron Lama, Samsul Bahri, serta perangkat desa lainnya, turun ke lapangan.

Ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan petani terkait masih terdengarnya suara raungan harimau di Dusun Krueng Baung, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.

Kapolsek dan rombongan bergerak ke Krueng Baung, Kamis (2/3/2023) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah tiba di Krueng Baung, Kapolsek, mengumpulkan informasi dari masyarakat sambil ngopi malam.

Baca juga: 4 Kambingnya Dimangsa Harimau, Pemilik Oles Racun di Bangkainya, Harimau Mati, Pelaku Diamankan

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, suara raungan harimau masih terdengar di daerah itu pada Rabu kemarin.

Suara harimau itu sempat meraung beberapa kali di atas bukit Gunung Besar, Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB sore. 

Suara raungan harimau itu tepat di belakang pemukiman warga.

Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman SE, didampingi personelnya, dan Keuchik Gampong Peunaron Lama, Samsul Bahri, serta perangkat desa lainnya, turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan petani terkait masih terdengarnya suara raungan harimau di Dusun Krueng Baung, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.
Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman SE, didampingi personelnya, dan Keuchik Gampong Peunaron Lama, Samsul Bahri, serta perangkat desa lainnya, turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan petani terkait masih terdengarnya suara raungan harimau di Dusun Krueng Baung, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur. (Foto Ardi)

Selain itu, warga tinggal di perladangan dan yang berternak juga masih mendengar suara harimau yang meraung raung.

"Ini kesaksian kami pak, masih ada suara raungan harimau. Itu kemungkinan induk harimau mencari dan memanggil anaknya," ungkap warga saat menyampaikan informasi kepada Kapolsek AKP Sudirman.

"Kami pak tidak berani ke ladang. Kami tidak bisa panen sawit pak," kata warga lagi.

Baca juga: Ungkap Sosok Pria India Asib Ali, Syarifah: Saya Tertekan, Saya Takut Kak

Dari berbagai keterangan warga di lapangan sehingga Kapolsek meminta kepada Keuchik Samsul Bakhri untuk membuat pengumuman resmi pada warga sebagai upaya antisipasi konflik itu tidak menimbulkan korban.

"Ya kalau bisa kita cari solusinya, seperti aktivitas ke kebun dibatasi dari pukul 08.00 - 16.00 WIB. Dan selalu ada teman saat ke kebun, warga juga wajib melaporkan diri pada keluarga saat hendak beraktivitas di kebun, artinya warga harus pahami kondisi ini agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan," pesan Kapolsek

Kemudian Kapolsek juga berupaya menemui ahli nujum agar harimau tersebut kembali ke hutan. 

"Kami sebagai Kepolisian wajib menjaga Kamtibmas. Permasalahan ini harus ada solusinya, warga harus tetap aman," tukas Kapolsek. (sn)

Baca juga: Kisah Sedih di Aceh Timur, Semua Kambing Mati Dimangsa Harimau, Suami Ditahan, Bermohon Dibebaskan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved