Bawang Merah
Konsorsium Bawang Merah Pidie Kembali Tanam Bawang di Tiga Daerah
Pihak Bapanas, kata Zakarya, sangat senang, melihat acara peresmian Cold Storage Bawang Merah, disamakan dengan acara tanam bawang merah.
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Pada tahun pertama, penanam difokuskan di Kabupaten Pidie, tahun kedua kemarin di perluas ke Pijay dan Aceh Besar. Tahun ketiga, masih difokuskan di tiga daerah tersebut.
Konsorsium Bawang Merah Pidie, kenapa masih tetap mengembangkan tanaman bawang merahnya untuk tiga kabupaten tersebut, karena sampai kini baru di tiga daerah itu, kelompok tani padinya yang mau bersedia tanam bawang setelah panen padi.
Ada beberapa kelompok tani padi, sepanjang tahun mereka tetap menanam bawang merah. Tapi di areal yang sedikit lebih tinggi.
Karena, bawang tidak bisa ditanam, di areal yang banyak tergenang air, karena pada saat mau panen, lahan bawang harus lembab, tidak boleh basah, supaya umbi bawangnya tumbuh subur dan bagus, tidak berjamur dan busuk.
Kenapa Konsorsium Bawang Merah menggunakan pihak akademisi dan Kampus USK, ungkap Zakarya, dalam pelaksanaan pengembangan tanam bawang merah, ada misi penelitian. Karena bibit yang kita datangkan dari luar Aceh itu perlu diteliti, terutama terkait ketahanannya terhadap hama lokal dan hara tanah, untuk mengetahui produktivitas bawang merah pada saat panen.
Modal tanam bawang merah ini, menurut Zakarya, mahal mencapai Rp 60 juta/hektare. “ Jadi kalau hasil panen bawangnya tidak bisa menghasilkan uang satu hektar senilai Rp 120 – Rp 160 juta, kelompok taninya akan mengalami kerugian,” pungkas Zakarya.(*)
• Geger Pasta Gigi Mengandung Ganja Disita Polisi Malaysia, Dikirim dari Indonesia
• Selebgram Ajudan Pribadi Ditangkap Terkait Penipuan, Dulu Pernah Belikan HP untuk Pencuri Ponselnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bawang-733737.jpg)