Breaking News

Berita Aceh Tamiang

Perahu Karam di Perairan Kualapeunaga, Satu Nelayan di Aceh Tamiang Hilang Tenggelam

“Perahu itu ditumpangi dua orang, ketika karam, satu berhasil selamat, satu lagi hilang,” kata Kalaksa BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Dok: SAR
Tim SAR Aceh Tamiang menyisir perairan Kualapeunaga, Kecamatan Bendahara untuk mencari nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam. 

\Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mengungkapkan penyebab nelayan yang hilang di Perairan Kualapeunaga, Kecamatan Bendahara, akibat perahu karam.

Hal ini diketahui dari salah satu nelayan yang berhasil selamat dalam insiden itu.

“Perahu itu ditumpangi dua orang, ketika karam, satu berhasil selamat, satu lagi hilang,” kata Kalaksa BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery melalui Kabid Darlog, Bambang Supriyanto, Selasa (14/3/2023) sore.

Bambang menjelaskan, insiden ini terjadi ketika kedua nelayan, M Yunus (55), dan Edi Santoso mencari ikan pada Selasa (14/3/2023) sekira pukul 06.00 WIB.

Selang tiga jam kemudian, keduanya mengarahkan perahu boat kayu yang ditumpangi dari wilayah Tengkutinggi menuju muara Kualapeunaga.

“Dalam perjalanan ke Kualapeunaga, boat potong kayu itu tenggelam,” urai dia. “Kejadiannya sekitar pukul sembilan pagi,” lanjut Bambang.

Dalam insiden ini, Edi Santoso berhasil menyelamatkan diri.

Baca juga: Dua Perahu Karam Dihantam Ombak, Boat Penolong Buang Semua Hasil Tangkapan untuk Bisa Angkut Korban

Sedangkan Yunus tenggelam dan hingga kini belum ditemukan. 

Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Ishak mengatakan, korban yang dilaporkan hilang bernama Muhammad Yunus (55).

Korban merupakan warga Seneubuk Aceh, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Ia dilaporkan hilang karena tenggelam saat mencari ikan, sekira pukul 10.00 WIB.

“Laporan yang kami terima, korban merupakan nelayan, hilang di muara Kualapeunaga,” kata Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Ishak.

Ishak menambahkan, operasi pencarian hingga Selasa (14/3/2023) sore, belum membuahkan hasil.

Tidak tertutup kemungkinan radius pencarian akan diperluas sebagai antisipasi korban hanyut terseret arus.

“Kami masih berusaha, radius akan diperluas mengikuti arus air,” tukas Kuring-- sapaan Ishak.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved