Berita Langsa

Said Mahdum Majid dan Kepala BI Pantau Pasar Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok di Langsa Stabil

Ikut dalam cek pasar ini unsur Forkompinda, Asisten II, Kadisperindagkop UKM, Kadis Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kadishub, Kepala Perum

Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Diskominfo Langsa  
Pj Wali Kota Langsa, Ir Said Mahdum Majid, bersama Forkopimda dan lainnya mengecek harga bahan pokok di Pasar Langsa, Jumat (17/3/2023) 

Ikut dalam cek pasar ini unsur Forkompinda, Asisten II, Kadisperindagkop UKM, Kadis Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kadishub, Kepala Perum Bulog Langsa, Kepala BPS Langsa, dan lainnya.

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Pj Wali Kota Langsa, Ir Said Mahdum Majid bersama Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Gunawan, Jumat (17/3/2023) memantau harga kebutuhan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah di pusat Pasar Langsa.

Ikut dalam cek pasar ini unsur Forkompinda, Asisten II, Kadisperindagkop UKM, Kadis Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kadishub, Kepala Perum Bulog Langsa, Kepala BPS Langsa, dan lainnya.

"Alhamdulillah saat ini semua kebutuhan pokok di Pasar Langsa masih sangat stabil, bahkan ada beberapa barang dijual di bawah harga eceran tertinggi," kata Pj Wali Kota Langsa

Pj Wali Kota Langsa berharap semua harga barang yang dibutuhkan masyarakat tetap stabil. Tidak hanya di bulan puasa saja, namun juga bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. 

"Yang kita sampaikan atau diinformasikan kepada para pedagang dan distributor barang pokok agar jangan menimbun bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak, dan lain sebagainya," ujarnya.

Pj Wali Kota mengatakan jika kebutuhan tersebut ditimbun, maka masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. 

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil, Ini Harga Telur, Minyak Goreng, Tepung, Gula Pasir dan Beras

"Jadi kita minta kepada para pedagang untuk mendistribusikan secara maksimal barang dagangannya," ujar Said Mahdum.

Kepala perwakilan BI Lhokseumawe Gunawan, menambahkan, ini adalah salah satu kegiatan untuk menjaga stabilitas harga, seperti halnya gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. 

Dijelaskan, salah satu upayanya adalah untuk mendorong kerja sama antar daerah.

"Ini menjadi tantangan bagi kami, mudah-mudahan kami bisa memberikan masukan kepada daerah penghasil untuk lebih meningkatkan kualitas produknya, sehingga kerja sama antar daerah bisa terjalin dengan baik dan pada akhirnya bisa mengendalikan inflasi yang pada ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat," demikian Gunawan. (*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved