Kick Off Semesta Cegah Stunting, Kepala BKKBN Cerita Risiko hingga Target Penurunan Stunting 2024

Kick Off Semesta Cegah Stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) cerita soal Risiko hingga target penurunan stunting 2024.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Tangkap Layar YouTube Serambinews
Kick Off Semesta Cegah Stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) cerita soal Risiko hingga target penurunan stunting 2024. 

SERAMBINEWS.COM - Kick Off Semesta Cegah Stunting, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) cerita soal risiko hingga target penurunan stunting 2024.

Diketahui pemerintah pusat melakukan Kick off Semesta Mencegah Stunting dengan kampanye 'Cukup Dua Telur' yang diluncurkan oleh BKKBN pusat bersama Tribun Network di Studio Kompas TV, Jakarta, Selasa(21/3/2023).

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target persoalan stunting.

 

 

Hasto menuturkan harapan kepala negara angka stunting bisa ditekan menjadi 14 persen di tahun 2024.

"Yang menjadi penentu target stunting ini bisa tercapai adalah generasi muda, kalau tidak putus sekolah, tidak hamil artinya jaraknya diatur dan mendorong kualitas," ujar Hasto.

Baca juga: Kepala BKKBN Aceh dan PP Serambi Sematkan Jaket ke Kakak Asuh Program Semesta Mencegah Stunting

BKKBN, menurut Hasto, saat ini tidak lagi bicara kuantitas tetapi kualitas anak yang lahir.

"Jarak kelahiran yang pendek bisa berisiko terhadap stunting hingga kematian bayi. Ini harus dijaga," ujarnya.

Hasto menilai orang tua zaman dahulu memang melahirkan anak lebih dari dua dan jarak anak tidak terlalu jauh.

Tetapi orang tua zaman dulu memberikan protein hewani sangat tinggi sehingga stunting bisa dihindari.

"Saya juga anak nomor delapan tetapi jaraknya lumayan diatur dan saya banyak makan protein hewani terutama belalang, laron," ujarnya.

Hasto berpesan kepada generasi muda untuk tidak menikah di usia terlalu muda, tidak melahirkan anak terlalu banyak dan memberikan jarak anak secara ideal.

"Dengan begitu saya doakan adek-adek menjadi keluar yang sakinah mawadah warahmah, betul-betul memiliki kekuatan keluarga yang tinggi, toleransi tinggi serta mengamalkan nilai-nilai pancasila," kata Hasto.

Baca juga: BKKBN Aceh Kick Off Semesta Mencegah Stunting bersama 33 Provinsi Lainnya se-Indonesia

Bupati Kulon Progo periode 2011 hingga 2019 ini juga menyampaikan kampanye pencegahan stunting perlu terus digelorakan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved