Opini
Kisah Hummingbird dan Hari Air
Kamu gila, kamu tidak bisa memadamkan api ini," cibir kawanan hewan. Hummingbird tidak putus asa, ia justru memberikan jawaban yang kelak tidak saja..
A Ricky Soehady, ASN pada Dinas PUPR Aceh
TAHUN ini United Nation (UN) Water menggunakan ikon Hummingbird dalam mengampanyekan perayaan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2023. Setiap tahunnya, kegiatan ini digelar oleh UN Water.
Hari Air Sedunia bertujuan untuk mengajak semua pihak mengingat kembali persoalan air serta meningkatkan kesadaran manusia terhadap nasib sebagian manusia lain yang memiliki keterbatasan mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi.
Setali tiga uang, Hari Air Sedunia tahun ini pun mengambil tema "Accelerating Change" sebagai ikhtiar mempercepat perubahan untuk mengatasi krisis air dan sanitasi.
Keberadaan air yang begitu penting bagi umat manusia bukan sekadar pemenuhan terhadap kebutuhan konsumtif saja, melainkan mempengaruhi berbagai kebutuhan lainnya dalam mempertahankan keberlangsungan kehidupan.
Barang kali kita pernah mendengar legenda kuno tentang heroiknya hummingbird. Kisah tentang burung kecil dengan sebutan lain Kolibri ini memadamkan api yang membakar hutan dengan menggantung air di paruh kecilnya.
Namun, apa yang terjadi, hewan lainnya bukannya membantu, justru menonton dan mencibir hummingbird. Padahal burung yang murah hati itu bersusah payah untuk mengangkut air dari danau ke hutan yang terbakar itu.
"Kamu gila, kamu tidak bisa memadamkan api ini," cibir kawanan hewan. Hummingbird tidak putus asa, ia justru memberikan jawaban yang kelak tidak saja menginspirasi kawanannya melainkan menjadi penyemangat dalam menyongsong perubahan dalam sejarah peradaban.
"Saya hanya melakukan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan," kata Hummingbird. Kisah hummingbird adalah inspirasi dari kesadaran global yang memberikan pengaruh terhadap kedisiplinan kita di belahan bumi mana pun agar turut melakukan tindakan 'sekecil apa pun' untuk menyampaikan tentang betapa berharganya air.
Semua tindakan kecil itu dapat berupa cara bagaimana mendapatkan, mengonsumsi maupun mengelola air untuk kehidupan dapat dilakukan di rumah, sekolah, kampus, desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional maupun internasional melalui kegiatan yang bersifat sederhana sampai kepada kegiatan yang bersifat sangat kompleks.
Saat ini, isu tentang air menjadi perbincangan publik global di mana di sebagian tempat tidak tersedia air yang layak dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, hal ini salah satunya disebabkan oleh kekeringan. Sementara di tempat lain terjadi banjir yang meluluhlantakkan sendi kehidupan makhluk hidup.
Di beberapa tempat yang memiliki cadangan air berlimpah tetapi punya permasalahan yang lain, seperti gagal dalam mendistribusikan, sementara di lain tempat persoalannya adalah buruknya sistem sanitasinya.
Keadaan ini seharusnya mampu menyadarkan manusia untuk bersatu dan berkomitmen dalam menyelesaikan seluruh persoalan ini, dan memulai langkah-langkah kecil ke arah yang lebih baik seperti hummingbird.
Dalam konferensi air sedunia yang diinisiasi oleh UN Water dan direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 - 24 Maret tahun ini, merupakan momentum untuk membuat penyatuan dalam tingkat internasional terhadap penyelesaian krisis air dan sanitasi.
Pemerintah dari setiap negara beserta seluruh stakeholder yang ikut dalam konferensi tersebut akan menegaskan komitmen bersama dan selanjutnya akan menetapkan rencana aksi untuk air dan sanitasi yang harus dijalankan oleh semua warga dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/A-Ricky-Soehady-ASN-pada-Dinas-PUPR-Aceh.jpg)