Ramadhan 2023
Meredam Permusuhan dengan Berpuasa Media Sosial
Kebebasan berbicara dan berpendapat yang diberikan oleh negara sabagai hak waraganya ternyata sering sekali disalah gunakan.
Oleh: Tgk. Aria Sandra, S.HI., M.Ag
SERAMBINEWS.COM - Islam mengajarkan dan memerintahkan kita agar saling sehat menasehati, saling mengingatkan satu sama lain, serta saling menjaga keharmonisan dalam pergaulan.
Hal ini dikarenakan umat Islam itu bersaudara, ibarat satu tubuh, jika satu anggota mengalami sakit maka anggota tubuh yang lain juga ikut merasakan sakitnya, begitulah yang di inginkan oleh Islam terhadap umatnya.
Kebebasan berbicara dan berpendapat yang diberikan oleh negara sabagai hak waraganya ternyata sering sekali disalah gunakan.
Yang seharusnya kebebasan tersebut menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki di mana ada terdapat kekurangan, kesempatan bagi kita untuk membangun bangsa ini agar menjadi lebih baik,
tapi malah kebebasan itu dimanfaatkan untuk menjatuhkan orang lain, menghujat dan mencaci orang lain yang pada akhirnya menimbulkan permusuhan,sehingga saling serangpun terjadi.
Baca juga: Imam Sudah Baca Al-Fatihah dalam Shalat, Haruskah Makmum Membacanya Lagi? Berikut Penjelasan UAS
Di saat sebagian warga di negara lain masih terbelenggu kemerdekaan berpikirnya dan diliputi ketakutan menyampaikan pendapat, kita di Indonesia sudah beranjak dari situasi buruk itu.
Sementara kita punya peluang untuk produktif berkarya, mempublikasikan ide, bahkan kritik membangun terhadap kebijakan atau situasi yang menurut kita perlu diperbaiki.
Akan tetapi, ada hal penting yang banyak orang melupakannya dalam kebebasan tersebut yaitu kebebasan yang diberikan tidak bersifat mutlak.
Ia dibatasi oleh kebebasan orang lain, diikat oleh tata krama, dan mesti memperhatikan kepatutan dan dampak buruk yang akan ditimbulkan.
Tanggung jawab ini semakin relevan di era media sosial saat ini, ketika semua orang bisa berkomentar, bahkan berfatwa, tentang apa saja.
Dewasa ini, media social menjadi tempat untuk mencari permusuhan.
Karena banyak sekali muncul ujaran kebencian, penghinaan terhadap orang lain, pemerintah, bahkan terhadap ulama yang notabenetnya adalah “warasatul ambiya”
berbagaimacam status dan komentar di facebook, whatsap, instragram dan media sosial lainnya yang bernarasi penghinaan dan penghujatan terhadap orang lain,
tentunya hal tersebut dapat merusak dan mengurangi nilai-nilai ibadah kita sebagai seorang mukmin dan muslim sejati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dosen-Hukum-Keluarga-Islam-STISNU-Aceh-Tgk-Aria-Sandra-SHI-MAg.jpg)