Ramadhan 2023

Melalui Puasa Allah Tarbiyahkan Hamba Sifat Ikhlas dan Sabar

Dalam ilmu tasawuf, merujuk ke hakikat dan tujuan puasa, menambahkan lagi apa saja yang harus dibatasi selama berpuasa.

Editor: Agus Ramadhan
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I 

Oleh: Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I
(Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah(ISAD) Aceh)

 

SERAMBINEWS.COM - Puasa, Sabar dan Ikhlas adalah tiga kata yang memiliki makna yang terikat dan saling menyempurnakan satu sama lainnya, khusus pada rukun ketiga dari rukun islam.

Artinya, puasa akan menjadi amalan yang balasannya tanpa batas takaran jika dilakukan dengan Sabar dan Ikhlas.

Dalam Kitab Suci Alquran  Al-karim Allah menyebut kata sabar sebanyak 90 kali dan kata ikhlas sebanyak 10 kali. Hal ini menandakan penting bersabar dan ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa.

Puasa secara bahasa bermakna menahan segala sesuatu, namun secara syariat atau istilah shiyam hanya digunakan untuk menahan diri dari makan, minum, dan upaya mengeluarkan sperma, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Dalam ilmu tasawuf, merujuk ke hakikat dan tujuan puasa, menambahkan lagi apa saja yang harus dibatasi selama berpuasa.

Yakni mencakup pembatasan atas seluruh anggota tubuh bahkan hati dan pikiran dari melakukan segala macam dosa, berupa maksiat lahir maupun maksiat batin.

Puasa pada hakikatnya adalah menahan, mensucikan (takhalli) dan mengendalikan diri meninggalkan sifat mazmumah (tercela) dan menjalankan serta mengisi dengan sifat-sifat terpuji (tahalli), sehingga merasa tajalli, penghayatan hamba merasa Allah hadir bersamanya, merasa diawasi dalam setiap perbuatannya.

Intinya, secara makna, puasa dan sabar keduanya berarti menahan diri, oleh karena itu dipersamakan dengan sikap sabar, baik dari segi pengertian bahasa maupun dalam amaliahnya.

Adapun ikhlas adalah unsur awal dari sifat sabar, yakni  untuk siapa dan untuk apa puasa dilakukan.

Jadi, untuk meraih pahala yang tanpa batas sebagaimana dalam  hadis qudsi, "Puasa untuk-Ku, dan Aku yang memberinya ganjaran" mesti dilakukan dengan sabar dan ikhlas.

Dan mayoritas ulama, diantaranya Quraish Shihab manafsirkan makna sabar dalam surat Az-Zumar ayat 10, yang berbunyi, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” Itulah makna sabar orang puasa yang dibalas tanpa batas,

Kemudian lewat puasa juga Allah tarbiyah dan ajarkan sikap ikhlas, dalam Alquran Allah berfirman, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya," (QS. Az-Zumar : 3)

Selain shalat, juga seluruh amaliah, Allah wajibkan mesti untuk-Nya bukan untuk yang lain, Karena salah satu kententuan beribadah adalah ada-nya ikhlas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved