Ramadhan 2023

Khutbah Jumat - Ustaz Aiyub Rusli Ajak Umat Memahami Karakter Dunia: Jangan Sampai Terlena!

“Sejatinya, kehidupan dunia ini tujuannya tidaklah lain, kecuali untuk mempersiapkan kehidupan yang kekal abadi di akhirat kelak,” ujarnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengajar pada Pesantren Dar Maryam Samahani, Ustaz Aiyub Rusli 

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu, serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS Al-Hadid: 20).

Baca juga: Sedekah Menjadi Amalan yang Sangat Dianjurkan Rasulullah dalam Bulan Ramadhan

Kedua, kehidupan dunia ini dinamakan dunia karena rendah dan hina, karena dunia dalam bahasa Arab artinya paling rendah atau hina.

Kehidupan dunia yaitu sesuatu yang sedikit dan kecil, kehidupan yang penuh dengan syahwat dan fitnah. Akhir dari dunia adalah kefanaan dan kemusnahan.

Allah Swt berfirman: “Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit”. (QS At-Taubah: 38).

Selanjutnya ketiga, Ustaz Aiyub menambahkan, bahwa dunia ini dilaknat oleh Allah Swt.

Artinya, apa saja yang melalaikan manusia dari ibadah kepada Allah, maka dia terlaknat.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali zikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, atau orang yang mempelajari ilmu.” (HR Tirmidzi nomor 2322)

Keempat, dunia diumpamakan seperti makanan yang dikonsumsi oleh manusia, kemudian setelah itu menjadi kotoran.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya makanan anak Adam (makanan yang dimakannya) dijadikan perumpamaan terhadap dunia. Walaupun ia sudah memberinya bumbu dan garam, lihatlah menjadi apa makanan tersebut akhirnya.” (HR Ibnu Hibban nomor 2489)

Karena itu, tegas Ustaz Aiyub, Allah Swt yang telah menciptakan dunia tidak pernah memuji ciptaanNya tersebut, sebagaimana pencipta senantiasa memuji apa yang dia ciptakan;

maka mengapa kita mesti berlomba-lomba dalam mengejar dunia yang akan kita tinggalkan dengan segala kemampuan dan pengorbanan.

“Sementara kita lupa dengan akhirat yangg merupakan tempat yang akan kita singgahi selama-lamanya,” pungkasnya. (Serambinews.com/ar)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved