Sabtu, 11 April 2026

Pertanian

Salak dan Alpukat Primadona Pertanian Sabang, FP USK-Dinas Pertanian dan Pangan Jalin Kemitraan

Saat ini pihaknya telah mendaftarkan salak dan alpukat tersebut sebagai varietas unggulan nasional di Kementerian Pertanian RI dan tinggal menunggu SK

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kunjungan silaturahmi implementasi kerja sama antara Distanpang Sabang dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Rabu (29/03/2023). 

SERAMBINEWS.COM - Sabang dikenal sebagai salah satu tempat wisata terfavorit di Aceh.

Selain berada di Titik Nol Indonesia, Sabang memang memiliki banyak spot wisata yang eksotik.

Sebagai daerah wisata tentu tidak lengkap jika ketika berkunjung tanpa membawa pulang sesuatu untuk dinikmati atau dijadikan sebagai buah tangan.

Belumlah lengkap ke Sabang jika belum mengantongi kiloan salak dan alpukat.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Fakri SE MAP, salak dan alpukat Sabang adalah antara lain produk pertanian paling diminati dan diburu wisatawan jika berkunjung ke sana.

Angkat Potensi Sumber Daya Lokal, FP USK dan Distanpang Teken Kerja Sama di Kebun Salak

Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan yang signifikan dengan salak dan alpukat kebanyakan terutama dari segi cita rasa.

"Salak Sabang rasanya lebih manis dan renyah, sedangkan alpukat, dimakan mentah saja enak apalagi diolah," ujar Fakri dalam press rilis kepada Serambinews.com, Jumat (31/3/2023).

Saat ini pihaknya telah mendaftarkan salak dan alpukat tersebut sebagai varietas unggulan nasional di Kementerian Pertanian RI dan tinggal menunggu SK pelepasan varietas.

Jika ini sudah ada maka sangat berpeluang untuk turut dikembangkan di daerah lain di luar Kota Sabang.

Hal ini dikemukakan Fakri dalam kunjungan silaturahmi implementasi kerja sama antara Distanpang Sabang dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Rabu (29/03/2023).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Dekan FP USK tersebut Fakri berharap agar dapat berkolaborasi dengan FP USK dalam mengangkat dan mengembangkan potensi-potensi pertanian Sabang lainnya, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Kapan Malam Lailatul Qadar? Ini 4 Ciri Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar Menurut Buya Yahya

Menanggapi hal itu Dekan FP USK Prof Dr Ir Samadi MSc didampingi Plt Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Dr Muhammad Yasar STP MSc menyambut baik peluang kerja sama tersebut.

Menurut Samadi, pihaknya memiliki SDM yang dapat dimanfaatkan untuk terlibat mulai dari aktivitas di hulu hingga ke hilir.

“Tentu kita berharap dapat memberi sumbangsih dari segi sharing keilmuan dan teknologi dalam rangka pengembangan produk pertanian lokal khususnya di Sabang,” ujar Samadi.

Samadi juga menyarankan agar Sabang memperkuat sektor kepariwisataannya melalui konsep agrowisata yang memadukan antara potensi keindahan alam yang natural dengan aktivitas pertanian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved