Jumat, 10 April 2026

Berdikari

Tukang Jahit Sepatu dan Ganti Sol Bireuen Banjir Pesanan

Haris salah seorang warga Lhok Awe Teungoh, Kota Juang yang bekerja sebagai penjahat sepatu, sandal maupun mengganti sol sepatu, Minggu (16/04/2023) m

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Haris salah seorang tukang jahit sepatu dan sandal di bekas lapangan bola Bireuen, Minggu (16/04/2023) sedang menjahit sepatu. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ruas jalan bekas lapangan bola Pasar Bireuen salah satu lokasi toko baju dan usaha lainnya termasuk para penjahit sepatu, sandal dan ganti sol juga hadir di depan pertokoan kawasan tersebut.

Menjelang lebaran Idul Fitri 1444 H/2023 M, toko baju ramai dengan para pembeli, begitu juga usaha kecil penjahit sepatu dan juga sol sepatu, sandal sedikit gembira karena banyak order yang mereka kerjakan.

Haris salah seorang warga Lhok Awe Teungoh, Kota Juang yang bekerja sebagai penjahat sepatu, sandal maupun mengganti sol sepatu, Minggu (16/04/2023) mengatakan, sejak dua minggu terakhir setiap pagi sekira pukul 08.30 WIB sudah berada di lapak jalan lapangan bola, Bireuen menjahit sepatu dan lainnya bawaan orang.

Akad atau Serah Terima Zakat Fitrah diwakilkan Anak atau Istri, Apa Boleh? Ini Penjelasan UAS

Hasil atau ongkos dari pekerjaan tersebut untuk kebutuhan asap dapur rumah tangga atau menafkahi keluarga.

Kedua tangan serta jari-jarinya tampak lincah memainkan jarum dan benang untuk memperkuat sol sandal maupun sepatu yang rusak. Diakui Haris, orderan menjahit sendal dan sepatu yang mereka terima mulai meningkat dua pekan jelang Idul Fitri.

"Pokoknya kalau sudah pertengahan puasa ya sudah mulai ramai. Sudah banyak warga yang datang di pasar cari kebutuhan lebaran sambil bawa sendal dan sepatu yang mau diperbaiki," ungkapnya.

Cari Pilot Susi Air, Personel TNI Diserang KKB, Korban Berjatuhan

Dengan kemahiran hasil karyanya sekarang dijadikan sebagai mata pencaharian utama untuk menafkahi keluarga sederhananya.

Haris mengaku sudah tujuh tahun menggeluti usaha jahit sepatu. "Saya mulai setelah Aceh dilanda gempa berat tahun 2004 silam, " ujarnya menceritakan awal mulai berkecempung di dunia sol sepatu.

Haris mengatakan sehari bisa sampai 25 pasang lebih dengan ongkosnya satu pasang sandal atau sepatu minimal Rp 20 ribu rupiah perpasangnya. Dia bekerja sampai malam hari, untuk mengejar target harus kerja lembur di rumah lagi untuk dapat menyelesaikan sepatu dan sandal pesanan konsumen.(*)

Karang Taruna Lada Sicupak Santuni 34 Anak Yatim dan Disabilitas

Forum Dakwah Perbatasan Provinsi Aceh Gelar Festival Anak Soleh di Lawe Loning Hakhapen Agara

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved