Ramadhan 2023
Sudah Berkali Tamat Puasa Tapi Masih Suudzan, Menebar Fitnah, Pemarah, Apa yang Salah ?
Untuk menjawab hal tersebut, perlu perenungan dan terlebih dahulu menjawab pertanyaan, puasa itu kewajiban atau kebutuhan ?
Oleh : H. Hasanuddin, M.Ed (Tu Sudan)
SERAMBINEWS.COM - Seseorang yang sudah berkali tamat puasa tapi masih suudzan, menebar fitnah, pemarah. Apa yang salah pada dirinya?
Untuk menjawab hal tersebut, perlu perenungan dan terlebih dahulu menjawab pertanyaan, puasa itu kewajiban atau kebutuhan ?
Kalau puasa itu kebutuhan, mengapa Allah mewajibkan? Bukankah manusia itu ingin bahagia dunia dan akhirat (masuk surga)? Begitu pula bukankah Allah juga ingin manusia masuk surga ?
Allah jauh lebih ingin manusia masuk surga ketimbang manusia itu sendiri.
Kasih sayang Allah tak bertepi. Melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya.
Allah mewajibkan manusia, bukan lantaran butuh ibadah manusia . Tapi semata mata karena kasih sayang-Nya.
Setiap yang sangat bermanfaat bagi manusia di dunia dan akherat, Allah mewajibkan manusia melakukannya.
Sedang setiap yang dapat merusak kebahagiaan di dunia dan akherat, Allah melarangnya.
Maka kewajiban berpuasa harus diyakini sebagai sesuatu untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat
Mereka yang berpuasa lantaran menyadarinya sebagai kebutuhan, puasanya lebih berkualitas ketimbang yang menganggapnya sebagai kewajiban.
Apa sih tujuan kita menjalankan ibadah puasa ?
Agar menjadi manusia yang bertaqwa. Yaitu menjalankan perintah - perintah Nya dan tidak mengerjakan larangan -Nya.
Kalau ada orang mengaku sudah berkali - kali tamat berpuasa tapi masih bergunjing, berprasangka buruk, menebarkan kebencian hingga fitnah, pemarah, bahkan korupsi, apakah kita percaya orang tersebut sudah berpuasa sesuai tujuannya?
Kalau orang yang sudah mandi tapi badannya masih kotor dan bau, apa berarti tidak perlu mandi, atau cara mandinya yang mungkin salah?
Jadi kalau ada orang sudah puasa tapi masih berperangai buruk, atau belum bertaqwa.
Boleh jadi kalbunya belum berhasil menangkap pesan makna puasa.
Kalau puasa hanya dilakukan dengan cara menahan lapar dan dahaga, mungkinkah kita lalu tak bergunjing, kemudian menjadi orang yang sabar, rendah hati, tidak zhalim?
Perilaku atau akhlaq manusia bukan lahir dari mengasah perut semata. Melainkan dari mengasah kalbu.
Bila puasa yang dilakukan tak mencapai sasaran, bukan lantaran ajarannya yang salah, tapi pelaksanaannya yang tidak tepat.
Sangatlah tidak mungkin Allah memberikan ajaran yang salah.
Manusia dan jin diciptakan, tak lain untuk beribadah, atau mengabdi kepada Sang Pencipta.
Itulah orbit manusia, hakekatnya harus mengabdi atau beribadah kepada Allah.
Maka resep puasa agar mencapai sasaran adalah selalu berada pada orbitnya yaitu mengabdi kepada Allah .
Yaitu mempuasakan kehendak diri dan hanya menjalankan kehendak Allah.
Mari kita mempuasakan kehendak diri, ganti berpuasa dengan kehendak Allah .
Bila dihina menjadi marah, itu kehendak diri. Ganti dengan kehendak Allah yaitu dihina dengan tetap bersabar .
Bila ketemu teman bergunjing, itu kehendak diri, ganti dengan kehendak Allah, menghindari ghibah dan fitnah .
Bila mendapat musibah berkeluh kesah, itu kehendak diri. Ganti dengan kehendak Allah tetap bersyukur, karena ketetapan Allah itu selalu baik dan ada hikmahnya .
Bila berbuka makan sepuasnya, itu kehendak diri. Ganti kehendak Allah berhenti sebelum kenyang .
Jadi keyakinan harus kita ubah. Puasa bukanlah mempuasakan kehendak perut, melainkan mempuasakan kehendak diri .
Pelajaran yang kita ambil dari sini, jika menginginkan perubahan kecil, garaplah perilaku. Tapi jika ingin perubahan besar, garaplah keyakinan .
Asahlah kalbumu dengan keyakinan yang benar sesuai kehendak Allah. (*)
*) PENULIS adalah H. Hasanuddin, M.Ed (Tu Sudan)
Seluruh isi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis.
Idul Adha Jangan Khawatir, Tak Masalah Makan Jeroan Kata dr Zaidul Akbar : Asalkan Diolah Begini |
![]() |
---|
Peluang Hamil Tinggi, Puasa Ramadhan Bikin Sperma dan Sel Telur Makin Bagus, Seksolog: Asalkan |
![]() |
---|
Besok Jumat Terakhir di Ramadhan, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di 80 Masjid Aceh Besar |
![]() |
---|
Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Banda Aceh Besok 30 Ramadhan 1444 Hijriah |
![]() |
---|
Jumat Terakhir Ramadhan 1444 H, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Banda Aceh 21 April 2023 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.