Ramadhan 2023

Ramadhan Sebagai Bulan Jihad Hawa Nafsu, Tgk Khairizal: Nafsu Amarah, Lawwamah dan Muthmainnah

Adapun Jihad Hawa Nafsu pada Ramadhan, kata Tgk Khairizal, terbagi kepada tiga yaitu Nafsu Amarah, Lawwamah dan Muthmainnah.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SERAMBINEWS
Kepala Bidang Pendidikan DPP ISAD Aceh, Tgk Khairizal Wahid SHI menjadi narasumber dalam program Serambi Ramadhan dengan tema "Ramadhan, Jihad Melawan Hawa Nafsu" yang disiarkan secara langsung di Youtube dan Facebook Serambinews.com, dipandu oleh jurnalis Agus Ramadhan, Senin (17/4/2023). 

Ramadhan Sebagai Bulan Jihad Hawa Nafsu, Tgk Khairizal: Nafsu Amarah, Lawwamah dan Muthmainnah

SERAMBINEWS.COM - Ramadhan sebagai bulan jihad memiliki makna seorang muslim harus bersungguh-sungguh dan berjuang dalam melaksanakan setiap ibadah dalam bulan yang penuh berkah ini. 

Maka oleh sebab tersebut konsep jihad dalam Islam bukan hanya terbatas kepada makna berperang malawan musuh orang islam.

Akan tetapi jihad juga mencakupi melawan hawa nafsu pada manusia itu tersendiri, yaitu dengan berjihad melawan godaan dan rayuan setan pada jalan kemungkaran, jihad menahan diri dari rasa haus dan lapar serta nafsu biarahi di siang hari, dan jihad dengan menyampaikan kebenaran mencegah kemungkaran.

“Puasa itu lebih kepada berjihad melawan nafsu pada diri sendiri. Karena kalau tidak bisa kita kendalikan dia akan membawa kita kepada kebatilan atau perbuatan yang kemungkaran,” ujar Kepala Bidang Pendidikan DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Khairizal Wahid SHI dalam program Serambi Ramadhan, Senin (17/4/2023).

Program yang mengangkat tema "Ramadhan, Jihad Melawan Hawa Nafsu” ini dipandu jurnalis Agus Ramadhan, yang disiarkan langsung di Youtube dan Facebook Serambinews.com.

Program ini merupakan kerja sama Serambi Indonesia dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, yang didukung oleh Bank Aceh Syariah hadir setiap hari pukul 15.00 WIB selama Ramadhan.

Baca juga: Puasa dan Perilaku Bisnis “Maksiat”

Adapun Jihad Hawa Nafsu pada Ramadhan, kata Tgk Khairizal, terbagi kepada tiga yaitu Nafsu Amarah, Lawwamah dan Muthmainnah.

“Nafsu Amarah lebih kepada emosional. Dimana orang itu sedikit-sedikit marah,” sebutnya.

Guru Dayah Inshafuddin Banda Aceh ini mengatakan, orang yang kuat adalah mereka yang mampu menahan amarah.

Sebab, sifat marah ini lumrah ada pada diri manusia. Oleh karena itu, menahan amarah dan tidak membalas amarah orang lain harus dilakukan pada bulan Ramadhan.

Kemudian yang kedua, kata dia, Nafsu Lawwamah, yaitu keinginan atau hasrat yang cenderung pada hal-hal negatif.

Ini merupakan nafsu yang tidak diam dalam satu keadaan. Ia terkadang berubah dan beralih dari satu keadaan kepada keadaan yang lain.

Terkadang dzikir, terkadang lalai. Terkadang mencinta, terkadang membenci. Terkadang bahagia, terkadang sedih. Terkadang ridha, terkadang murka.

Baca juga: Syukuran Khatam Alquran di Bulan Puasa, Anak Muda Riweuk Kompak Bagikan 1.000 Nasi Bungkus

“Ketika suasana hati lagi murung, inilah yang dikhawatirkan dalam Islam. Maka dalam keadaan seperti ini, berserah diri lah kepada Allah,” harapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved