Pangan
Harga Kebutuhan Pokok Pasca Lebaran Idul Fitri Masih Stabil
Kemudian, lokasi tempat penjualan nasi goreng di berbagai tempat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, juga belum banyak yang buka, karena sebagian warga
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga kebutuhan pokok pada minggu pertama lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah/2023 Masehi, di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, maupun di Pasar Al Mahirah, Lamdingin Kota Banda Aceh, masih relatif stabil dan stok barangnya tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.
“Untuk stok pangan beras, pada minggu pertama lebaran ini masih cukup banyak sekitar 10 – 20 ton dan harganya juga relatif stabil,” ungkap pedagang beras grosir di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Muhammad Hafiz kepada Serambinews.com, Kamis (27/4/2023).
Muhammad Hafiz mengatakan, pada minggu pertama lebaran ini, daya beli beras masih rendah, disebabkan belum banyak restoran dan rumah makan yang buka.
• Malam Jumat Perdana di Bulan Syawal, Lakukan 7 Amalan Hari Jumat Ini Bisa dapat Banyak Pahala
Kemudian, lokasi tempat penjualan nasi goreng di berbagai tempat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, juga belum banyak yang buka, karena sebagian warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, masih banyak yang belum pulang mudik lebaran dari kampung halamannya.
Hari ini, sebut Muhammad Hafiz, beras kualitas medium dan premium yang terjual sekitar 20 sak, sedikit turun dari kondisi normalnya 30 – 40 sak/hari. Harga beras kualitas medium, masih relatif stabil sekitar Rp 165.000 – Rp 170.000/sak (15 Kg) dan beras kualitas premium Rp 180.000 – Rp 185.000/sak.
Sedangkan untuk beras super premium harganya lebih tinggi mencapai Rp 195.000/sak (15 Kg).
Pasokan beras dari penggilingan beras lokal pada minggu pertama lebaran Idul Fitri ini, belum ada. Pasokan baru akan masuk kembali pada minggu ketiga lebaran, setelah stok beras di toko dan di gudang telah menipis.
Harga beras tingkat penggilingan beras lokal saat ini, juga masih relatif stabil Rp 10.500 – Rp 11.500/Kg. Relatif stabilnya harga beras tingkat penggilingan, karena penggilingan beras lokal masih menampung panen padi petani lokal dengan harga antara Rp 5.300 – Rp 6.300/Kg.
Sementara itu, Cut Ni, pedagang bahan pangan, minyak goreng, telur ayam, gula pasir dan tepung terigu di Pasra Induk Lambaro mengatakan, daya beli telur dan minyak goreng pada minggu pertama lebaran Idul Fitri tahun ini, masih rendah, karena banyak rumah makan dan restoran serta café belum buka.
“Permintaan minyak goreng dan telur ayam, baru akan kembali normal pada minggu ketiga dan keempat, setelah rumah makan dan restoran di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, buka semua,” ujarnya.
Harga minyak goreng curah pada minggu pertama lebaran ini, sebut Cut Ni, masih normal Rp 13.500/Kg, telur ayam Rp 420.000/ikat (300 butir) dan harga ecerannya Rp 45.000/lemping (30 butir).
Daya belinya pada minggu pertama lebaran Idul Fitri ini, masih rendah. Penjualannya per hari, untuk minyak goreng 5 – 10 drum/hari dan telur ayam 20 – 30 Ikan/hari.
Daya beli kacang kedelai, bahan baku untuk buat tahu dan tempe, kata Cut Ni, juga masih rendah. Per hari terjual sekitar 5 – 10 sak. Sedangkan harga jualnya masih stabil Rp 570.000/sak (50 Kg) atau Rp 11.000/Kg.
Kacang tanah dan kacang hijau, daya belinya cenderung menurun, selepas bulan puasa dan lebaran ini. Sedangkan harganya relatif stabil. Kacang tanah harganya sekitar Rp 28.000 – Rp 29.000/Kg dan kacang hijau Rp 24.000/Kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beras-8098.jpg)