Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Nagan Raya

Video Hoax Pembegalan Berlumuran Darah di Gunung Trans Nagan Raya Bikin Heboh, Polisi Buru Penyebar

Polres Nagan Raya sedang melakukan pencarian terhadap penyebar video hoax, terkait seorang pria berlumuran darah dibegal

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
Dokumen Polres Nagan Raya
Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Machfud 

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Polres Nagan Raya sedang melakukan pencarian terhadap penyebar video hoax, terkait seorang pria berlumuran darah dibegal.

Video itu menyebutkan lokasi Gunung Trans Nagan Raya atau jalan nasional Tapaktuan-Nagan Raya-Meulaboh.

Padahal di lokasi tidak ada peristiwa sehingga video itu bikin heboh pada Senin (1/5/2023).

Sebab video itu menyebar berantai di banyak gru WhatsApp dan media sosial sehingga sempat membuat resah.

Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud
Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud (FOR SERAMBINEWS.COM)

Dalam video viral tersebut, seorang pria memakai celana panjang coklat dan baju putih, berlumuran darah dan terkapar dipinggir jalan yang dugaannya dibegal atau dianiaya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Setiayawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM kepada Serambinews.com, Senin (1/5/2023) menyebutkan, pihaknya saat ini sedang mencari penyebar video hoax tersebut.

Baca juga: Bulan Syawal Belum Ada yang Melamar? Jangan Risau, Oki Setiana Dewi Anjurkan Lakukan 3 Amalan Ini

"Karena telah viral di medsos bahwa kejadian itu di gunung Trans Gagak Lamie Kecamatan Darul Makmur," katanya.

Padahal kata AKP Machfud, setelah dilakukan pengecekan di lokasi itu, tidak ada kejadian sebagaimana telah beredar di media sosial, baik facebook maupun di groep WhatsApp.

Akibat viral video tersebut, masyarakat Kabupaten Nagan Raya telah resah dan takut melintasi jalan itu pada malam hari.

Baca juga: Rumah Terbakar di Pidie Jaya, Sepmor dan Kambing Ikut Terpanggang

Untuk itu, AKP Machfud sedang melakukan pencarian informasi di jajaran kecamatan hingga di gampong wilayah itu. 

"Agar dapat ditemukan penyebar video hoax tersebut dan dapat diproses sesuai ketentuan, karena telah melanggar UU ITE," ungkapnya.

AKP Machfud menegaskan, bahwa video yang beredar itu hoax, dan kejadiannya bukan di Kabupaten Nagan Raya.

Untuk pengguna jalan wilayah itu, agar dapat melakukan aktivitas seperti biasa, karena video yang beredar itu bohong dan bukan di Kabupaten tersebut.

"Kami juga mengimbau untuk tidak lagi menyebar video tersebut," katanya.(*)

Baca juga: Sudan Diambang Kehancuran, Rentetan Senjata dan Jet Tempur Masih Meletus, 5 WNI Hilang Kontak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved