Kamis, 7 Mei 2026

Citizen Reporter

Berhari Raya Bersama Masyarakat Lokal Cina

Bukan hanya masyarakat lokal muslim yang berada di masjid, tetapi juga banyak orang asing seperti mahasiswa maupun orang asing yang bekerja di Cina

Tayang:
Editor: mufti
IST
PUTRI KEUMALA RIZKI RANI, Mahasiswi Sichuan University, asal Aceh, melaporkan dari Kota Chengdu, Cina 

saya suatu perspektif yang berbeda, menambah pengetahuan dan membuat saya memahami kehidupan muslim di Cina seperti apa.

Muslim di Cina rata-rata berasal dari suku Hui yang merupakan suku minoritas di Cina. Adapun wilayah yang banyak penduduknya muslim adalah Qinghai, Gansu, XiAn, Ningxia, dan Xinjiang.

Saya dan teman-teman muslim Cina yang menjalankan ibadah puasa mempunyai grup

Wechat untuk saling membangunkan ketika sahur dengan cara menelepon ke nomor

handphone. Jadi, setiap bangun sahur masing-masing dari kami absen di grup, dan jika

tidak absen maka akan ditelepon dan diingatkan untuk segera makan sahur. Ini terjadi dengan saya ketika saya lupa menghidupkan alarm sahur dan untungnya ada mereka yang

menelepon dan membangunkan saya untuk segera makan sahur. Kalau tak mereka bangunkan malam itu, maka saya akan puasa kosong paginya.

Selain itu, jika ada kesempatan kami juga berbuka puasa bersama. Saya merupakan satu-satunya mahasiswa asing yang berada di grup mereka dan menghabiskan waktu bersama mereka. Sampai saat ada kegiatan yang pesertanya rata-rata mahasiswa lokal semua yang berpartisipasi, saya juga diajak ikut serta.

Pada hari Lebaran 23 April 2022, sekitar pukul 06.30 pagi kami berangkat bersama dari kampus ke masjid naik metro untuk menunaikan shalat Idulfitri. Di sana saya bertemu banyak sekali warga muslim Cina dan orang asing dari berbagai negara ikut shalat Eid.

Di depan masjid juga ada beberapa polisi yang turut mengamankan jalan agar tidak terjadi kemacetan.

Di masjid saya bertemu dengan banyak mahasiswa Indonesia yang berasal dari universitas berbeda dan beberapa orang tua yang berasal dari Indonesia yang bekerja di Cina

ataupun menikah dengan orang Cina sehingga mereka menetap di Cina.

Merupakan hal yang menggembirakan bisa berbicara bahasa Indonesia dan bercanda

layaknya orang Indonesia saat bertemu dengan orang Indonesia di Cina.

Setelah shalat, kami abadikan momen Lebaran bersama dengan foto bersama. Setelah itu, teman-teman Indonesia lainnya pulang ke kampus masing-masing untuk memasak

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved