Citizen Reporter

Berhari Raya Bersama Masyarakat Lokal Cina

Bukan hanya masyarakat lokal muslim yang berada di masjid, tetapi juga banyak orang asing seperti mahasiswa maupun orang asing yang bekerja di Cina

Editor: mufti
IST
PUTRI KEUMALA RIZKI RANI, Mahasiswi Sichuan University, asal Aceh, melaporkan dari Kota Chengdu, Cina 

PUTRI KEUMALA RIZKI RANI, Mahasiswi Sichuan University, asal Aceh, melaporkan dari Kota Chengdu, Cina

HARI Raya Idulfitri 1444 Hijriah jatuh pada tanggal 22 atau 23 April 2023 di beberapa wilayah. Di Arab Saudi misalnya, 1 Syawal dirayakan tanggal 22 April 2023, tapi di

Indonesia mengikuti keputusan pemerintah, yakni dirayakan pada 23 April. Sama seperti di Indonesia, masyarakat muslim di Cina pun merayakan Idulfitri tahun ini pada 23 April 2023.

Dan ini adalah pengalaman pertama saya berpuasa sekaligus merayakan Idulfitri di negara orang.

Selama di sini saya beberapa kali mengunjungi masjid untuk buka puasa dan shalat Tarawih. Masjid menyediakan buka puasa gratis dengan menu mi dan daging. Selain itu, beberapa restoran halal yang dekat dengan masjid juga menyediakan makanan gratis bagi orang yang berbuka puasa.

Di masjid, setelah buka puasa dan shalat Magrib, dilanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih hingga Witir.

Bukan hanya masyarakat lokal muslim yang berada di masjid, tetapi juga banyak orang asing seperti mahasiswa maupun orang asing yang bekerja di Cina. Di  antaranya berasal dari Maroko, Pakistan, India, Bangladesh, dan sebagainya.

Ketika saya berbuka puasa di sana, saya melihat hangatnya persahabtan muslim dari berbagai negara yang memang sangat menganggap masyarakat muslim adalah saudara.

Kemudian, saya duduk satu meja dengan beberapa orang tua asal Ningxia, salah satu kota di Cina yang banyak penduduknya menganut agama Islam. Beliau bertanya asal saya, sekolah di mana, dan menceritakan kampung halamannya di Ningxia.

Buka puasa di masjid salah satu hal yang membawa banyak manfaatnya bagi saya. Selain tujuan beribadah, juga untuk menambah pengalaman dan teman. Saya mengenal banyak mahasiswa lokal Cina muslim yang berasal dari universitas lain dan bertukar cerita satu sama lain.

Saya bisa dikatakan cukup beruntung karena memiliki beberapa teman Cina muslim dan

bisa menghabiskan waktu bersama. Misalnya selama Ramadhan mereka mengajak saya

buka puasa bersama setelah pulang kuliah. Mereka juga mengajak saya ke masjid

melaksanakan shalat Isya, Tarawih hingga Witir.

Mengenal masyarakat lokal muslim dan berteman dekat dengan mereka, memberikan

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved