Info Singkil
Kuala Baru Kampung Pengrajin Sulam Kasab Benang Emas di Aceh Singkil
Ketua Dekranasda Aceh Singkil, Ny dr Humaira Marthunis, sulam kain kasab manik-manik khas Kuala Baru, Jumat (16/9/2022)
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Sejak dahulu calon pengantin perempuan Kuala Baru harus menyulam sendiri keperluan perlengkapan pernikahan seperti baju pengantin dan temat tidur. Tradisi itu bertahan turun temurun.
Kondisi itu yang menyebabkan kerajinan tradisional Kuala Baru bertahan dari gerusan zaman.
Tak mengherankan jika gadis-gadis Kuala Baru, memiliki keahlian menyulam kasab manik-manik dan kasab benang emas. Keahlian itu diwariskan secara otodidak dari ibu mereka yang dahulunya berpengalaman membuat pekerjaan sama sebelum dinikahkan.
Malah kuatnya tradisi itu, dahulu kala kerap anak-anak perawan harus menunda adat pesta pernikahan sampai sulam kasab selesai. Maklum dikerjakan sendiri.
Berbeda dengan saat ini yang diperbolehkan dibantu kaum perempuan lain. Sehingga pembuatan perlengkapan pesta pernikahan lebih cepat, namun warisan budaya agung leluhur tetap lestari.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20230505de1.jpg)