Nasib Pilu Siswi MTs yang Hamil hingga Melahirkan Bayi, Korban Mengaku Disetubuhi Pamannya

Gadis yang masih di bawah umur tersebut ternyata dirudapaksa oleh orang terdekatnya yang masih ada hubungan keluarga.

Editor: Faisal Zamzami
KOLASE SERAMBINEWS.COM / DOK TRIBUNNEWS
Kisah memilukan. Sudah dirudapaksa tetangga, korban malah ditolak dan dianggap aib warga salah satu gampong (desa) di Aceh Besar. 

SERAMBINEWS.COM, JOMBANG - Nasib pilu menimpa seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang jadi korban rudapaksa.

Gadis yang masih di bawah umur tersebut ternyata dirudapaksa oleh orang terdekatnya yang masih ada hubungan keluarga.

Aksi bejat pelaku terungkap setelah korban melahirkan seorang bayi.

Korban akhirnya mengaku bayi yang dilahrikannya tersebut merupakan anak pamannya.

Kasus pilu ini menimpa seorang murid Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Korban yang masih remaja berusia 15 tahun tersebut diduga dicabuli oleh pamannya sendiri hingga hamil dan melahirkan.

Bahkan, beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari ketiga Lebaran, korban melahirkan anak yang dikandungnya.

Kapolsek Gudo AKP Kamdani mengatakan, kasus itu terungkap pada akhir April 2023 dan kemudian dilaporkan ke polisi pada Selasa (2/5/2023).

Korban dengan inisial JWS tersebut, ungkap dia, saat ini masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas 3 MTs.

Adapun terduga pelaku yakni W (57) yang tempat tinggalnya berdekatan dengan rumah korban.

“Status korban itu keponakan dari tersangka, ibunya korban itu adiknya dari tersangka,” kata Kamdani, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (8/5/2023).

Baca juga: 12 Pria Rudapaksa 2 Gadis Remaja di Asahan, Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Dia menuturkan, berdasarkan pemeriksaan awal, korban disetubuhi pamannya saat rumah dalam kondisi sepi serta mendapatkan ancaman.

“Ada semacam ancaman, korban diancam jangan sampai melaporkan kepada ibunya,” ungkap Kamdani.

Dia menjelaskan, perbuatan pelaku berlangsung dengan mudah sebab dalam kesehariannya, korban tinggal sendirian di rumah, sedangkan sang ibu bekerja di luar desa.

Sang ibu korban, kata Kamdani, tidak pulang ke rumah setiap hari. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved