Jurnalisme Warga
Mengenal Tradisi ‘Tamuntuak’ di Labuhanhaji
Tradisi keacehan yang masih dilakoni oleh masyarakat di kedua desa ini banyak. Namun, pada kesempatan ini saya fokus membahas satu tradisi saja yang d
NURUL HUSNA, Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, melaporkan dari Desa Hulu Pisang, Labuhanhaji, Aceh Selatan
DI Aceh Selatan, Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah yang lalu tidak dirayakan serentak pada hari Jumat, 21 April 2023. Ada juga yang merayakannya pada hari Sabtu, 22 April 2023. Walau perbedaan ini nyata terjadi, tetapi tidak menghilangkan rasa toleransi antarwarga yang sudah lama lahir dan menetap di kabupaten yang terkenal dengan banyak legenda ini.
Daerah ini juga mengandung banyak tradisi yang membuatnya semakin unik. Antara satu kecamatan dengan kecamatan yang lain ada yang sama, ada pula yang berbeda tradisinya. Saya tinggal di Desa Hulu Pisang, Kecamatan Labuhanhaji yang bersebelahan dengan Desa Pisang, Kabupaten Aceh Selatan. Di kedua desa ini perayaan 1 Syawal 1444 Hijriahnya sama, yaitu pada hari Jumat 21 April 2023. Momen ini sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang yang sudah melaksanakan puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Tradisi keacehan yang masih dilakoni oleh masyarakat di kedua desa ini banyak. Namun, pada kesempatan ini saya fokus membahas satu tradisi saja yang dalam bahasa Aneuk Jamee disebut "tamuntuak".
Tamuntuak adalah tradisi bersalaman saat Lebaran dengan memberi hadiah berupa uang kepada menantu baru, baik itu oleh pihak keluarga inti dan lingkungan masyarakat tempat sang istri tinggal, maupun di daerah asal suami.
Tradisi ini berlaku bagi semua pasangan yang baru menikah dan masih bisa dijangkau atau daerah asal istri atau sang suami yang letaknya tidak jauh.
Seorang perempuan yang baru menikah biasanya datang bersalaman ke rumah mertuanya. Lalu, mertua dan para saudara perempuan dari suami yang sudah menikah itu akan memberi hadiah berupa uang saat berjabat tangan untuk pertama kalinya pada hari Lebaran.
Saat pergi ke rumah sanak famili suami ketika hendak pamit ingin pulang barulah sang istri disalami. Kepadanya diberi uang oleh para perempuan di rumah itu yang sudah menikah. Uang tersebut diserahkan saat berjabat tangan.
Tradisi ini juga berlaku saat seorang laki-laki yang menjadi menantu di daerah asal istrinya akan diberi hadiah uang oleh keluarga inti sang istri, seperti ibu dari istri, kakak atau adik kandung perempuan dari istri yang sudah menikah saat pertama berjabat tangan pada hari Lebaran.
Saudara perempuan dan kerabat istri satu kampung atau berbeda kampung dengan sang istri, maupun para wanita yang sudah menikah akan bersalaman dengan laki-laki tersebut setelah pasangan baru pamitan untuk pulang. Kepada pengantin pria tersebut akan diberikan uang langsung di genggaman tangannya.
Uang yang diberikan tidak dipatok jumlahnya, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan finansial dari setiap rumah yang pasangan pengantin baru tersebut datangi.
Momen tamuntuak ini dilakukan sekali saja, yakni setelah menikah untuk yang pertama kalinya dan biasanya dilaksanakan pada tahun pertama pernikahan. Waktunya dimulai dari hari pertama Lebaran, sedangkan lamanya tergantung dari berapa banyak jumlah rumah yang harus didatangi, bisa 1, 2, bahkan 3 hari. Waktu berkunjung relatif bebas, boleh malam dan siang, tapi tidak boleh persis pada waktu shalat, makan, dan tidur. Kunjungan ini pun hanya sebentar saja.
Tamuntuak ini merupakan tradisi yang dijalani oleh semua pasangan pengantin baru di setiap Lebaran Idulfitri dan Iduladha di Labuhanhaji. Tradisi ini terus bergulir hingga kini.
Jadi, semua perempuan dan laki-laki, yang sudah menikah di desa saya, desa tetangga, bahkan kecamatan hingga kabupaten yang punya tradisi tamuntuak ini di Aceh, dan masih mempraktikkannya, tentu pernah merasakannya meskipun dengan sebutan yang berbeda.
Perempuan dan laki-laki yang sudah lama menikah lalu bersilaturahmi dengan keluarga sendiri dan mertua secara berombongan dengan pasangan dan anak-anak hanya untuk bersalaman dan saling memaafkan saja, yang mendapat hadiah uang ini. Bagi yang sudah lama menikah haknya untuk mendapatkan salam tempel saat tamantuak beralih ke anak-anaknya pada setiap hari Lebaran tiba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/NURUL-HUSNA-Mahasiswi-Pendidikan-Bahasa-Indonesia-dan-Anggota-UK.jpg)