Berita Banda Aceh

Layanan BSI Berangsur Pulih

Alhamdulillah, saat ini sekitar 1.200 ATM BSI pulih dan secara bertahap kantor-kantor BSI sudah beroperasi kembali. GUNAWAN ARIEF HARTOYO, Corporate S

|
Editor: mufti
IST
GUNAWAN ARIEF HARTOYO, Corporate Secretary BSI 

Kepala OJK Aceh berharap kepada masyarakat dapat merespons masalah ini dengan baik dan tenang, serta tidak mengait-ngaitkan persoalan ini dengan hal-hal yang kurang produktif lainnya. Sebab, tambah Yusri, ini murni permasalahan sistem. 

“Jika ada permasalahan terkait hal-hal lain, menyangkut operasional dan khususnya layanan ATM, agar segera menghubungi cabang/capem BSI terdekat, atau dapat langsung ke Kantor OJK Aceh,” demikian Yusri pada konferensi pers yang sama.

Harus Terus berbenah

Terjadinya masalah pada sistem BSI yang menyebabkan nasabah tak bisa bertransaksi juga mendapat perhatian dari kalangan Anggota DPR RI asal Aceh dan Anggota DPRA. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Muslim SHI MM, menilai, kendala layanan sistem BSI yang terjadi sejak Senin (8/5/2023) sangat merugikan masyarakat, apalagi di Aceh yang mayoritas masyarakatnya melakukan transaksi perbankan melalui BSI.

“Saya menerima banyak sekali protes baik dari masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 2 yang akrab disapa Bang Muslim, ini.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi BSI untuk terus berbenah dan melakukan peningkatan sistem layanan. Sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” harap Muslim yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Kepada Serambi via telepon selulernya, kemarin, Bang Muslim juga mengingatkan BSI agar kendala teknis seperti ini jangan sampai terjadi lagi di masa-masa mendatang. “Sistem yang mengalami masalah ini harus segera diperbaiki, sehingga masyarakat secepatnya bisa kembali mendapatkan pelayanan yang maksimal,” pinta Muslim seraya menyatakan dirinya juga akan menyampaikan langsung masalah tersebut ke Direktur Utama (Dirut) BSI.

Tanggapan hampir sama juga disampaikan Anggota Komisi III DPRA, Muchlis Zulkifli ST., kepada Serambi, kemarin. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendesak BSI untuk menjelaskan secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan shutdown-nya sistem mereka hingga menyebabkan nasabah tak bisa bertransaksi dalam waktu lebih dari 24 jam.

“Harusnya, begitu system ada kendala, pihak BSI langsung memberikan informasi kepada para nasabah. Sehingga nasabah bisa mengerti dan tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap Muchlis Zulkifli yang akrab disapa Ngoh, ini. Ia berharap, masalah itu bisa secepatnya diatasi oleh BSI.

Kejadian ini, menurut Ngoh, cukup banyak merugikan masyarakat Aceh baik para pengusaha, pedagang, pelaku UMKM, maupun masyarakat biasa. “Sebab, mayoritas masyarakat Aceh sekarang adalah nasabah BSI,” timpal Anggota DPRA dari Dapil 1, ini. “Kalau memang ada pemeliharaan atau maintenance, harusnya BSI memberitahu jauh-jauh hari bukan setelah kejadian baru ada pemberitauan,” demikian Mukhlis Zulkifli.

Wakil Ketua Komisi III DPRA, Zaenal Abidin, juga meminta BSI Aceh untuk memberikan kepastian terkait masalah tersebut. "ATM memang sudah normal, tapi tidak semuanya. Demikian juga Mobile Banking, ada beberapa yang bisa dan ada juga yang tidak bisa. Artinya, belum normal sepenuhnya," kata Zaenal, kemarin.

Ketua Fraksi PKS DPRA ini meminta kepada BSI Aceh agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut sehingga menyebabkan kepercayaan masyarakat Aceh terhadap bank tersebut berkurang.

Zainal juga meminta BSI Aceh untuk memberi kompensasi kepada nasabah yang mengalami kerugian akibat masalah tersebut. (jal/iw/mas)

Pengusaha SPBU Gagal Tebus Minyak ke Pertamina

BERMASALAHNYA layanan transaksi pada Bank Syariah Indonesia (BSI) ikut berdampak besar kepada pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh. Sebab, hal itu membuat mereka gagal menebus minyak ke Pertamina.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved