Berita Banda Aceh

Layanan BSI Berangsur Pulih

Alhamdulillah, saat ini sekitar 1.200 ATM BSI pulih dan secara bertahap kantor-kantor BSI sudah beroperasi kembali. GUNAWAN ARIEF HARTOYO, Corporate S

|
Editor: mufti
IST
GUNAWAN ARIEF HARTOYO, Corporate Secretary BSI 

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah Aceh, Nahrawi Noerdin, kecewa dengan BSI karena saat error layanan terjadi, tak ada solusi dari BSI kepada pemilik SPBU untuk bisa menebus minyak ke Pertamina.

Nahrawi mengaku gagal menebus pembelian minyak dan elpiji ke Pertamina melalui BSI. "Kalau BSI error sistemnya seperti ini, bisa kosong bahan bakar minyak pada seluruh SPBU di Aceh. Sebab, kita tak bisa menarik dan mentransfer uang penebusan BBM di Pertamina melalui BSI,” ungkap pria yang akrab disapa Toke Awi, ini.

Sebelum BSI terbentuk, menurutnya, penebusan minyak oleh pemilik SPBU bisa dilakukan di sejumlah bank, karena ada sistem di setiap bank yang bernama host to host. Namun sekarang sistemnya hanya ada di satu bank yaitu BSI, maka saat system di BSI error seperti saat ini. otomatis semua terhambat.

"Kondisi seperti ini bisa menjadi pelajaran dalam mengambil kebijakan. Seharusnya, ada bank konvensional lain satu di Aceh yang memiliki sistem host to host. Sehingga, ada solusi saat satu bank error,"ujarnya.

Toke Awi juga menyampaikan, hingga saat ini pelayanan bank syariah di Aceh masih cukup jauh dari harapan, terutama bagi kalangan dunia usaha. “Ketika persoalan yang menyangkut masalah layanan primer sebuah lembaga keuangan saja masih terkendala dan jadi keluhan masyarakat, maka kita tidak bisa berharap banyak akan ada layanan inovatif yang sifatnya next level service seperti yang pernah diberikan sebelumnya oleh bank-bank konvensional yang pernah hadir dan melayani masyarakat serta dunia usaha di Aceh selama bertahun-tahun,” timpal Nahrawi.

Jika kondisi ini terus berlarut, Nahrawi menilai Aceh bisa terisolir secara nasional dan internasional dalam urusan transaksi keuangan. “Akses dan layanan keuangan yang bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita di seluruh Indonesia tidak bisa dinikmati di Aceh. Itu cukup besar pengaruhnya bagi dunia usaha dan bagi perekonomian Aceh,” imbuh Toke Awi.

Pembelian emas menurun

Terganggunya layanan di BSI sejak Senin (8/5/2023) juga berdampak melemahnya pembelian emas di Pasar Langsa. "Karena masih ada gangguan layanan BSI, pembelian emas masyarakat menurun," ujar Fakhrurrazi, salah seorang pengelola toko emas di Langsa, kemarin.

Selama beberapa hari lalu, sebut Fakhrurrazi, jumlah masyarakat yang membeli emas perhiasan di Langsa cukup tinggi. Masyarakat memilih tidak menjual emasnya untuk berinvestasi karena harga emas perhiasan ataupun logam mulia kini terus bertahan pada harga rendah. (jal/mun/zb)

 

 

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved