Selasa, 28 April 2026

Kejamnya Ayah Tiri, Tega Lempar Kepala Anak dengan Sikat WC, Begini Nasibnya

Pelaku berinisial WP (34) asal Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi diamankan polisi karena diduga menganiaya anak tirinya.

Editor: Faisal Zamzami

SERAMBINEWS.COM, BANYUWANGI - Kejamnya ayah tiri yang satu ini karena tega menganiaya anak sendiri. 

Pelaku nekat menganiaya anaknya tersebut hanya karena dipicu masalah sepele. 

Pelaku berinisial WP (34) asal Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi diamankan polisi karena diduga menganiaya anak tirinya.

Pria tersebut diamankan Unit Reskrim Polsek Glagah setelah melempar kepala RBM (8), anak tirinya dengan menggunakan sikat WC hingga bocor.

"Penganiayaan itu terjadi pada Akhir April 2023 lalu. Tapi pelaku baru diamankan pada Jumat (12/5/2023) kemarin," kata Kapolsek Glagah, AKP Pudji Wahyono, Minggu (14/5/2023).

Baca juga: 6 Anggota Brimob Aniaya Mahasiswa Secara Brutal, Rahang Korban Patah, Ungkap Detik-detik Penyiksaan

Menurut Pudji, alasan pelaku menganiaya anaknya yang masih di bawah umur itu, diduga karena merasa sulit untuk dinasehati.

Kronologi kejadian bermula saat pelaku mengantarkan istrinya bekerja. Saat pulang, pelaku mengetahui kondisi lemari tempat biasa menyimpan handphone terbuka.

"Tanpa basa-basi pelaku menuduh anak itu lancang. Dia juga menuding anak itu hendak mencuri handphone tersebut," ungkap Pudji.

Korban sempat ditanya perihal tersebut, namun anak itu tidak mengaku telah membuka lemari. Sehingga membuat tersangka geram.

"Karena geram, dia memerintah anaknya itu untuk bergegas mandi," ujarnya.

Baca juga: Polres Aceh Timur Amankan Anak yang Aniaya Ibu dan Ayahnya

Karena masih dirundung perasaan emosi, WP mengaku langsung melemparkan sikat WC ke arah korban, tanpa sadar.

Benda tersebut, kata Pudji, kemudian melayang hingga menghantam pintu dan terpental mengenai kepala korban.

 
"Akibatnya kepala korban pun bocor dan mengucurkan banyak darah," terang Pudji.

Mengetahui itu, pelaku kemudian berniat untuk mengobati luka korban. Namun bukan obat luka antiseptik yang diambil, melainkan minyak rem.

Korban pun berteriak dan merintih kesakitan menahan perih minyak rem. Setelah itu, RBM pun bercerita kepada ibunya perihal perlakuan sang ayah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved