Rabu, 27 Mei 2026

Wawancara Khusus

Tokoh GAM Lirik Senayan

Dalam program ‘Bincang Politik’ bersama News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali Sofyan Dawood mengungkapkan alasanya maju sebagai bacaleg DPR RI

Tayang:
Editor: mufti
Serambi Indonesia
SOFYAN DAWOOD 

Tapi kenyataan hari ini, yang saya khawatir dengan undang-undang yang dibuat dengan DPR RI, kenapa dana otonomi khusus (otsus) 2023 hilang 1 persen, dan 2027 habis. Siapa yang mempertahankan ini? Saya tidak mau dengan ajang politik kampanye, siapapun yang jadi pejabat akan membawa MoU. Ternyata hari ini MoU tidak ada yang perjuangkan.

Bagi saya, DPR ini bukan harus menjalankan kepentingan partai, tidak. Saya kepentingan untuk Aceh. Ini jalur kita pakai. Saya yakin, meyakinkan, dan yakin sudah berkomitmen beberapa hal dengan DPP Partai (PDI-P).

Beliau-beliau ini akan mensupport Aceh sekuat mungkin yang kami minta, yang penting Aceh ini sejahtera. Itu komitmen kita, kalau nggak saya mundur. Ngapain main-main di situ. Saya umumkan kepada masyarakat Aceh (kalau) Aceh sudah mentok sampai di sini.

Jangan asal sudah ajang politik lima tahun diangkat isu MoU ini seolah-olah diperjuangkan untuk Aceh ke depan. Belum ada utusan GAM ke DPR RI. Ini saya mencoba, GAM murni yang naik, bukan dukungan dari GAM.

Jika Anda terpilih nantinya, apa yang akan diperjuangkan?

Saya lihat ada beberapa hal. Contoh, kita memiliki kesempatan dan fasilitas yang ada di Aceh, UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Itu adalah fasilitas yang ada untuk kita manfaatkan. Hari ini saya lihat DPR RI tidak perjuangkan itu.  Sebagai contoh, dana otsus pada tahun 2023 hilang 1 persen, bukan hari ini berbicara revisi. Setelah 2019, sesudah dipilih. Kenapa Papua bisa? Aceh dengan Papua, lebih kuat Aceh dengan undang-undang yang ada.

Kenapa dulu pembahasan sampai 2027? Kenapa tidak selamanya dana otsus? Kenapa harus ada batas waktu? Kenapa tidak sampai Aceh selesai? Tapi dana otsus Papua itu permanen, sampai selesai. Malu kita kan? Saya pernah bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), pemerintah kasih apa aja untuk Aceh. Tapi tidak ada yang minta sesuai aturan. Kita berharap kawan-kawan yang ada di DPR RI 13 orang memperjuangkannya.

Mungkin dengan saya masuk, saya cuma minta tolong bukan monopoli, ada tujuh kursi DPR RI dari dapil 1, bergabung bersama untuk berbicara Aceh. Kalau berbicara MoU ada saya, tentang sejarah Aceh ada saya, bicara yang lain ada orang lain. Bergabung partai-partai kekuatannya kita untuk masyarakat Aceh. Jangan berbicara pribadi. Saya berjanji tidak ada urusan pribadi dengan DPR RI.

Kalau nanti Anda terpilih, akan memilih komisi berapa?

Itu mungkin akan ada prioritas khusus dari partai. Saya harap begitu, karena ini untuk Aceh. Saya buat semua untuk Aceh. Kalau untuk (kepentingan) pribadi saya mungkin tidak naik di dapil Aceh, bisa saja di dapil-dapil yang lain. Saya rencana awal di 2024 mau pensiun dari dunia politik. Tapi dalam masa satu hari, di hari itu saya langsung ambil keputusan untuk naik ke DPR RI. Satu hari itu, pas hari Jumat. Saya Bismillah. Jadi bukan karena saya naik harus pingin suatu yang hebat, tidak.

Apakah Anda akan bertanggung jawab kepada rakyat jika terpilih?

Insya Allah saya akan bertanggung jawab. Saya boleh janji, beberapa bulan saya naik, saya tahu itu bisa atau nggak. Kalau memang titik terakhir tidak bisa dan Aceh memang seperti ini, saya mundur. Paling tidak masyarakat tidak dibohongi politik. (ar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved