Opini

Standar Pendidikan Aceh Berdaya Saing Global

Guru yang berkualitas dan berkompeten dalam mengajar merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing pendidikan, mampu menginspirasi,

Editor: mufti
hand over dokumen pribadi
Rektor UNIKI Bireuen, Prof Dr Apridar SE MSi 

Prof Dr Apridar SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan USK dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh

STANDAR Nasional Pendidikan(SNP) adalah kerangka acuan yang digunakan dalam sistem pendidikan suatu negara untuk menetapkan tujuan, isi, dan proses pembelajaran yang harus dipenuhi oleh lembaga pendidikan. SNP merupakan landasan dan acuan bagi seluruh satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Dengan status keistimewaan yang diberikan kepada Aceh di bidang agama, pendidikan serta budaya, maka luaran terhadap peserta didik yaitu berkarakter islami dan berdaya saing global.

Delapan standar pendidikan dalam konteks pendidikan yaitu Standar Isi (Content Standards), mengacu pada penentuan kompetensi atau isi pembelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Standar isi menetapkan materi pelajaran yang harus diajarkan dan menjadi kompetensi capaian peserta didik.
Standar Proses (Process Standards) yang berkaitan dengan metode dan pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Standar ini menekankan pentingnya pendekatan yang efektif dan inovatif dalam mengajar, termasuk metode pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Standar Penilaian (Assessment Standards), dimana standar ini berkaitan dengan penilaian hasil belajar peserta didik terhadap cakupan metode, instrumen, dan prosedur penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian harus adil, objektif, dan akurat.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Educator and Education Personnel Standards), yaitu mencakup persyaratan kualifikasi, kompetensi, dan etika yang harus dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Standar ini bertujuan untuk memastikan bahwa para pendidik memiliki kualitas yang baik dan mampu menyelenggarakan pembelajaran yang efektif.

Standar Sarana dan Prasarana (Facilities and Infrastructure Standards) yang berkaitan dengan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan untuk menyelenggarakan pembelajaran. Standar ini mencakup aspek seperti ketersediaan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya.

Standar Pengelolaan (Management Standards) yang mencakup tata kelola dan manajemen lembaga pendidikan. Standar ini mengatur aspek seperti perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya, dan evaluasi lembaga pendidikan.

Standar Pembiayaan (Finance Standards): Standar ini berkaitan dengan pengelolaan dan pembiayaan pendidikan. Standar ini mencakup aspek seperti pengalokasian dana pendidikan, transparansi penggunaan dana, dan keadilan dalam akses pendidikan.

Standar Pelayanan (Service Standards): Standar ini berkaitan dengan pelayanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Standar ini mencakup aspek seperti pelayanan pendidikan yang ramah, responsif, dan berkualitas.

Keunggulan kompetitif

SNP mengatur berbagai aspek pendidikan, termasuk tujuan, kompetensi dasar, kurikulum, metode pembelajaran, penilaian, dan kualifikasi guru, yang diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi.

Poin penting dalam SNP Indonesia yaitu pertama tujuan pendidikan nasional yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kualifikasi guru yang harus dipenuhi oleh para pendidik meliputi pendidikan, kompetensi, dan pengalaman kerja yang relevan. Aspek lain seperti manajemen pendidikan, sarana dan prasarana dan tata kelola pendidikan secara umum. Standar pendidikan perlu pembaruan dan penyempurnaan sesuai dengan perkembangan pendidikan dan tuntutan masyarakat.

Pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja adalah faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Sistem pendidikan yang mempersiapkan peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan perkembangan zaman akan memberikan keunggulan kompetitif.
Kurikulum yang dirancang untuk mencakup kompetensi yang dibutuhkan di dunia nyata dan mengikuti perkembangan terkini di bidang pendidikan dan industri akan membantu peserta didik bersaing lebih baik. Kurikulum harus mencakup pembelajaran keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kreativitas, keterampilan komunikasi, dan kerja sama.

Guru yang berkualitas dan berkompeten dalam mengajar merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing pendidikan, mampu menginspirasi, membimbing, dan membantu peserta didik mencapai potensi terbaik mereka akan mempersiapkan mereka dengan baik untuk bersaing di masa depan.

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan daya saing, dapat memfasilitasi akses ke informasi, memperluas peluang pembelajaran, dan mengembangkan keterampilan digital yang kritis dalam era digital saat ini. Meningkatkan keterampilan tambahan atau keahlian khusus juga dapat meningkatkan daya saing peserta didik. Ini dapat meliputi keikutsertaan dalam pelatihan atau kursus ekstrakurikuler, magang, partisipasi dalam proyek-proyek ilmiah atau penelitian, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi.

Berkarakter islami

Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui magang, kunjungan industri, atau proyek nyata dapat meningkatkan daya saing mereka. Pengalaman praktis memberikan wawasan langsung tentang dunia kerja dan membantu peserta didik mengembangkan keterampilan yang relevan.

Mengembangkan jiwa kewirausahaan dan keterampilan berwirausaha dapat membantu peserta didik untuk menjadi inovatif, mandiri, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang di dunia kerja. Daya saing dalam pendidikan melibatkan kombinasi faktor-faktor ini, yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperlukan untuk berhasil di dunia pendidikan dan karier.
Standar pendidikan Aceh merujuk pada nilai-nilai ajaran Islam, yaitu iman yang kokoh dan tulus kepada Allah swt sebagai satu-satunya Tuhan sehingga menghasilkan ketenangan, kepercayaan, dan keteguhan dalam menghadapi cobaan hidup. Kemudian ketakwaan sebagai kesadaran dan rasa takut kepada Allah swt yang mendorong seseorang untuk menjauhi dosa dan melakukan perbuatan baik. Orang yang memiliki taqwa selalu menjaga hubungan baik dengan Allah dan berusaha hidup sesuai dengan tuntunan-Nya.

Ikhlas  atau kehendak murni dalam melakukan segala perbuatan hanya karena Allah swt, tanpa mengharapkan pujian atau penghargaan dari manusia. Ikhlas menuntut kesucian niat, tindakan, dan pengabdian yang murni kepada Allah. Kesabaran sikap menahan diri dan tegar dalam menghadapi cobaan dan kesulitan. Sabar tidak hanya bersifat pasif, tetapi juga mencakup ketabahan dan ketekunan dalam menjalankan kewajiban dan menahan diri dari godaan yang melanggar ajaran Islam.

Rasa syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah swt atas segala nikmat dan karunia-Nya, meliputi penghargaan, penggunaan nikmat dengan baik, dan berbagi dengan orang lain. Akhlak mulia mencakup berbagai sifat baik seperti jujur, amanah, rendah hati, ramah, sopan dan santun dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Islam mengajarkan pentingnya pengembangan karakter yang baik dalam hubungan sosial.

Keadilan adalah memberikan hak-hak sesuai dengan kebenaran dan menghindari penyelewengan atau diskriminasi. Orang yang adil berlaku jujur, objektif, dan tidak memihak dalam berbagai situasi. Sikap penuh kasih sayang, pengertian, dan kepedulian terhadap sesama manusia dan makhluk Allah lainnya. Kasih sayang dan belas kasihan yang ditunjukkan kepada orang lain merupakan salah satu nilai penting dalam Islam penting ditanamkan terhadap peserta didik.

Karakter islami merupakan upaya untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama Islam dan memberikan dampak positif dalam hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Semoga dengan adanya pendidikan yang baik, akan lahir lebih banyak lagi manusia sukses dunia dan akhirat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved