Opini
Nasehat Bumi untuk Kita
PENINGKATAN suhu secara global akibat perubahan iklim telah menyebabkan penderitaan yang semakin meningkat di Bumi.
Dr Ir Wira Dharma SSi MSi MP, Koordinator Program Studi Magister Biologi USK
PENINGKATAN suhu secara global akibat perubahan iklim telah menyebabkan penderitaan yang semakin meningkat di Bumi. Orang miskin terkena dampak yang lebih besar karena mereka sering tinggal di daerah perkotaan padat penduduk atau di pedesaan dengan akses terbatas ke layanan kesehatan.
Peningkatan suhu yang ekstrem dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kelelahan panas, dehidrasi, dan heatstroke. Orang miskin mungkin tidak memiliki akses yang cukup terhadap air bersih dan fasilitas pendingin udara yang diperlukan untuk melindungi diri dari suhu yang ekstrem.
Selain itu, perubahan suhu ekstrem dan pola curah hujan yang tidak teratur dapat mengganggu produksi pangan dan pertanian. Hal ini membuat tanaman pangan lebih rentan terhadap kondisi cuaca yang tidak stabil, menyebabkan penurunan hasil pertanian dan ketidakstabilan pasokan pangan. Orang-orang yang sudah kelaparan dan hidup dalam kemiskinan menjadi lebih rentan terhadap ketidakstabilan ini.
Penyebab utama peningkatan suhu global adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam) untuk energi, transportasi, dan industri. Selain itu, penebangan hutan yang masif juga berkontribusi terhadap peningkatan suhu karena mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap karbon dioksida.
Selain emisi gas rumah kaca, adanya perubahan dalam penggunaan lahan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan suhu. Konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian, pemukiman, atau industri mengurangi jumlah vegetasi yang dapat menyerap karbon dioksida, sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Situasi yang mengkhawatirkan ketika pasokan air menjadi sangat terbatas atau tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan ekosistem. Beberapa kasus krisis air yang dapat disorot adalah panic buying air di Malaysia, keringnya air di Venesia, dan hilangnya sumber mata air. Analisis dari 117 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata bulan April 2023 adalah sebesar 27.1 °C. Normal suhu udara klimatologi untuk bulan April periode 1991-2020 di Indonesia adalah 26.9 °C. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan April 2023 menunjukkan peningkatan suhu dengan nilai sebesar 0.2 °C.
Mempengaruhi bumi
Peningkatan suhu bumi memiliki dampak negatif yang luas pada planet kita, di antaranya: (1) Perubahan Iklim yang Drastis: Peningkatan suhu global menyebabkan perubahan iklim yang signifikan, seperti cuaca ekstrem dan pola curah hujan yang tidak teratur. Dampaknya termasuk gangguan pada ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan kesehatan manusia. (2) Kenaikan Permukaan Air Laut: Pemanasan global menyebabkan pelepasan es di kutub yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut.Hal ini mengancam pulau-pulau kecil, pesisir yang tererosi, dan risiko banjir bagi kota-kota pesisir yang padat penduduk. (3) Kerusakan Terumbu Karang: Terumbu karang yang sensitif terhadap suhu air mengalami pemutihan akibat suhu yang terlalu tinggi. Pemutihan terumbu karang mengakibatkan kematian massal karang, mengurangi keanekaragaman hayati dan ekosistem laut yang bergantung pada terumbu karang.
(4) Gangguan pada Keseimbangan Ekosistem: Peningkatan suhu mengganggu keseimbangan ekosistem di darat dan laut. Hal ini mempengaruhi migrasi hewan, penyebaran spesies invasif, dan interaksi antara spesies. Dampaknya termasuk risiko kepunahan spesies, penurunan populasi hewan tertentu, dan pergeseran ekosistem secara keseluruhan. (5) Ancaman Kesehatan Manusia: Peningkatan suhu juga berdampak negatif pada kesehatan manusia.
Gelombang panas yang lebih sering dan intens dapat menyebabkan risiko gangguan kesehatan seperti kelelahan panas, dehidrasi, dan bahkan kematian. Penyakit yang dibawa oleh vektor juga dapat menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak terjangkau akibat perubahan iklim.
(6) Kerugian Ekonomi: Dampak negatif peningkatan suhu bumi juga berdampak pada ekonomi. Kerusakan lingkungan, penurunan hasil pertanian, kerugian industri pariwisata yang bergantung pada keindahan alam, dan biaya penanggulangan bencana iklim semuanya berkontribusi pada kerugian ekonomi yang signifikan. Langkah antisipasi yang mungkin dilakukan adalah melibatkan ulama dan tokoh masyarakat.
Melibatkan ulama
Dalam menghadapi tantangan pemanasan global, langkah-langkah antisipasi yang efektif dan berkelanjutan harus melibatkan seluruh masyarakat, termasuk ulama dan tokoh masyarakat. Ulama, sebagai pemimpin agama, memiliki pengaruh besar dalam komunitas dan dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran tentang isu lingkungan dan tindakan pencegahan.
Tokoh masyarakat, termasuk tokoh lokal, akademisi, dan pemimpin komunitas, juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk opini publik dan mendorong perubahan perilaku. Melalui advokasi dan kampanye penyuluhan, mereka dapat mempromosikan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan memanfaatkan platform mereka, ulama dan tokoh masyarakat dapat menyampaikan pesan-pesan tentang perlunya tanggung jawab kita semua terhadap alam dan anak cucu kita.
Bayangkan seberapa luasnya dampak yang bisa kita capai jika ribuan ulama aktif terlibat dalam kampanye sosialisasi perilaku ramah lingkungan melalui rumah ibadah dan pesantren. Dalam masyarakat kita yang mayoritas beragama, ulama memiliki peran sentral dalam membentuk pemahaman dan perilaku umat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wira-Dharma.jpg)