Berita Subulussalam
Petakan Persoalan Sawit, Pemkot Subulussalam Gandeng Pusat Riset Sawit dan Kelapa USK
Program ini didukung oleh mitra pembangunan Earthworm Foundation & Wildlife Conservation Society serta keterlibatan Pusat Riset Sawit dan Kelapa USK.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Petakan Persoalan Sawit, Pemkot Subulussalam Gandeng Pusat Riset Sawit dan Kelapa USK
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) sedang menyiapkan penyusunan dan penerapan dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB).
Rilis diterima Serambinews.com, Rabu (7/6/2023), program ini didukung oleh mitra pembangunan Earthworm Foundation (EF) dan Wildlife Conservation Society (WCS) serta keterlibatan Pusat Riset Sawit dan Kelapa Universitas Syiah Kuala (PRSK USK).
Setelah melakukan kick-off meeting pada bulan Mei yang lalu, Distanbunkan Kota Subulussalam menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dan penerapan RAD KSB yang bertempat di Aula Kantor Bappeda Kota Subulussalam, Senin, (5/6/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Kelompok Kerja yang sudah terbentuk dengan melibatkan seluruh instansi pemerintah daerah terkait, APKASINDO, GAPKI, FORTASBI, dan NGO/mitra pembangunan lainnya.
“Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan tata kelola pembangunan kelapa sawit berkelanjutan melalui koordinasi, sinergisitas dan komunikasi lembaga pemerintah daerah dengan para pihak terkait” ungkap Rosihan Indra, SP., MSi., Kadistanbunkan, dalam sambutannya selaku Sekretaris Tim Penyusunan RAD KSB Kota Subulussalam.
Kadistanbunkan juga menyampaikan urgensi dukungan semua pihak terkait untuk menyukseskan kegiatan penyusunan RAD KSB ini.
“Sulit bagi pemerintah daerah mewujudkannya ini sendiri, oleh karena itu, komitment semua pihak sangat diharapkan,” tambahnya.
Baca juga: USK Raih Peringkat 101-200 Dunia THE-SDGs untuk Komponen Partnership for Goals
Perwakilan Earthworm Foundation sebagai mitra pembangunan, Kasraji menuturkan, agenda pertemuan ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi data, dan informasi isu-isu strategis, termasuk program prioritas dalam merumuskan rencana aksinya.
Perwakilan WCS, Tisna Nando, dalam sambutannya juga menegaskan WCS sangat mendukung dan akan berkontribusi langsung sebagai perwujudan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola kelapa sawit berkelanjutan ini.
Kegiatan FGD ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi terkait urgensi RAD KSB dan proses penyusunannya yang disampaikan dan difasilitasi oleh Tenaga Ahli dari Pusat Riset Sawit dan Kelapa USK, yaitu Dr. Asri Gani, Kepala PRSK USK sekaligus TA Pembangunan Berkelanjutan; Dr. Irfan Zikri, TA Sosial Ekonomi, Ketenagakerjaan dan Konflik; Dr. Saiful, TA Lingkungan dan Keberlanjutan, dan Dr. Muhammad Rusdi, TA GIS dan Pemetaan.
Dr. Asri Gani mengungkapkan, RAD ini berfungsi sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, sekaligus juga instrumen penting untuk pengawasan dan evaluasi kegiatan-kegiatan kelapa sawit berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, ia menguraikan tiga prinsip dasar penyusunan dokumen ini yaitu integrasi, sinkronisasi, dan partisipasi.
Pada sesi kedua, Irfan Zikri memfasilitasi inventarisasi data dan informasi terkait isu-isu penting dan program terkait yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah dengan mengakomodir 5 (lima) komponen,
Yaitu Penguatan Data, Penguatan Koordinasi, dan Infrastruktur; Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Pekebun; Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan; Tata Kelola Perkebunan dan Penanganan Sengketa; dan Dukungan Percepatan Pelaksanaan Sertifikasi ISPO dan Peningkatan Akses Pasar Produk Kelapa Sawit.
Baca juga: Siswa MAN 1 Banda Aceh Peserta OSN-P Dibimbing Dosen Fakultas MIPA USK, Bertekad Melaju ke Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petakan-Persoalan-Sawit-Pemkot-Subulussalam-Gandeng-PRSK-USK.jpg)